Ini yang Harus Dilakukan CJH saat Berada di Tanah Suci

 

 

Ini yang Harus Dilakukan CJH saat Berada di Tanah Suci
PREVENTIF: Pemeriksaan CHJ harus dilakukan sebelum ke Tanah Suci.

Setelah ditandainya pemberangkatan kloter pertama Calon Jamaah Haji (CJH) Surabaya pada Senin (1/9/2014) siang, para CJH diharapkan waspada dengan sejumlah ancaman kesehatan saat melakukan rangkaian kegiatan haji.

Ditegaskan oleh Kepala Bidang Pemberangkatan Haji dan Umroh Jawa Timur HM Maskur bahwa selama 40 hari berada di Arab Saudi, CJH dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan.

“Para CJH sudah melakukan penantian panjang hingga lebih dari 10 tahun untuk berangkat haji. Karena itu, kami mengimbau agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Terutama, agar para jamaah benar-benar menjaga kesehatan saat di Tanah Suci,” katanya di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/9/2014).

Menurut dia, kesehatan sangat mempengaruhi hikmat berhaji. Karena itu, Maskur berharap agar para jamaah mengenali ancaman kesehatan masing-masing.

“Karena itu sebelum keberangkatan kami terus melakukan kontrol kesehatan para CJH. Para jamaah juga dibekali tentang pentingnya menjaga kesehatan di Asrama Haji Surabaya,” katanya

Maskur juga mengingatkan para CJH juga harus menyiapkan fisik yang prima, mengingat rangkaian kegiatan yang cukup lama. Yakni, selama 40 hari di Tanah Suci. “Jadi selama di tanah suci para jamaah harus mengatur kegiatan,” ujarnya.

Para jamaah dihimbau agar mementingkan kegiatan yang wajib saja. “Tidak memaksakan melakukan kegiatan sunnah agar tenaga anda cukup untuk pulang ke tanah air dengan sehat,” tuturnya.

Saat dalam perjalanan di pesawat yang membutuhkan waktu hingga 11 jam, para jamaah diharapkan selalu bertanya kepada petugas dan dokter kloter penerbangan. “Kalau merasa atau mengalami sakit langsung hubungi dokter kloter segera,” pintanya.

Sementara jika telah tiba di Arab Saudi, jamaah juga diharuskan menyesuaikan kondisi tubuh dengan cuaca ekstrem Arab Saudi. Terik matahari yang panas bisa mencapai 30 derajad celcius.

“Karena itu siapkan pelembab dan cukup minum air putih agar tidak kekurangan cairan. Agar ibadah para jamaah tetap berlangsung dengan nyaman,” ujarnya.

Selain itu untuk mewaspadai berbagai jenis penyakit menular yang mengancam di Arab Saudi, para jamaah diharapkan untuk makan teratur dan menghindari makanan yang pedas. “Kalau perlu membawa vitamin,” tambahnya.

Termasuk menjaga kebersihan diri, dengan mencuci tangan, menutup mulut dengan masker. “Kalau merasakan gejala-gejala sakit segera hubungi dokter kloter masing-masing,” himbaunya kembali.

Saat kembali ke tanah air, para jamaah juga diharuskan untuk melaporkan kondisi kesehatan di puskesmas masing-masing maksimal 14 hari setalah sampai di rumah. “Ini mewaspadai adanya penyakit yang dibawa saat melakukan haji,” jelasnya. (wh)