Ini Tata Kelola yang Harus Dilakukan untuk Cegah Kebakaran

Ini Tata Kelola yang Harus Dilakukan untuk Cegah Kebakaran
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, foto: arya wiraraja/enciety.co

Bencana kebakaran di kota besar seperti Surabaya seharusnya bisa dilakukan pencegahan oleh masyarakat sendiri. Setiap warga diharapkan agar terus proaktif untuk menciptakan keamanan dari bahaya kebakaran.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, bahaya kebakaran di Kota Surabaya dapat dicegah dengan menciptakan tata kelola. Baik tata kelola di kawasan rumah penduduk, hotel, pusat perbelanjaan atau mall dan pabrik serta perkantoran.

“Dengan melakukan tata kelola, maka kebakaran dapat dicegah dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding terkena musibah kebakaran itu sendiri. Karena kebakaran tersebut tidak bisa diperkirakakan namun bisa diproteksi atau dilindungi,” kata Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/9/2015).

Dijelaskan Kresnayana, bila masyarakat sadar melakukan tata kelola di tempatnya masing-masing, maka hal tersebut akan sangat berdampak. Misalnya, terhadap keuangan si korban kebakaran. Bila sudah dilakukan pencegahan namun tetap terbakar tempatnya, maka kerugian tidak akan terlalu besar.

Tata kelola yang dimaksud dosen statistika ITS Surabaya tersebut adalah masyarakat atau pengusaha bisa memonitoring atau melakukan pengecekan terhadap listrik dan penggunaan gas di tempatnya. Contohnya, anak-anak bila mainan listrik atau atau kompor harus diketahui cara pencegahannya.

“Bila tidak ada yang proaktif, maka kebakaran yang terjadi dapat menimbulkan kerugian yang besar,” lanjutnya.

Untuk perusahaan atau pusat perbelanjaan di Surabaya atau bank yang memiliki tempat lebih dari 4 ribu meter persegi, juga harus mempunyai pencegahan kebakaran. Jadi tidak hanya menggantungkan kepada PMK kota Surabaya saja. Pencegahan kebakaran seperti tabung pemadam dan karyawannya harus terus berlatih di bawah bimbingan petugas pemadam kebakaran.

“Ini akan jauh lebih murah dan ekonomis bila tempatnya terjadi kebakaran kan,” tegas dia.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chadra Ratna Maria DE Rosario Oratmangun mengatakan, kepedulian masyarakat bisa menentukan cepat atau tidaknya kebakaran tersebut dapat teratasi. Karena dengan bantuan masyarakat ataupun pengurusnya, petugas pemadam dapat dengan mudah melokalisir kebakaran agar tidak meluas.

“”Kami mempunyai target response time 15 menit sudah sampai di lokasi. Lima menit usai menerima kabar, lima menit mengurai jalan dan lima menit memasang selang pemadam,” ujar Chandra.

Kini, Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya sendiri mempunyai 57 unit pemadam kebakaran yang terbagi di 20 tempat kerja. Rencananya, 11 unit mobil pemadam tersebut akan proses penghapusan.

Dirinya berharap agar masyarakat menyimpan nomor kantor Dinas Kebakaran kota Surabaya agar bila sewaktu-waktu ada kejadian maka bisa cepat teratasi. Nomor Pemadam Kebakaran Kota Surabaya : 031-3533844.

“Kami kini juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian agar saat terjadi kemacetan maka kami yang bisa bergerak untuk mencapai lokasi kebakaran dan itu harus dibantu pengurus kampung,” ujarnya.

Kabid Pelatihan dan Penyuluhan Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Yuda mengatakan, pihaknya proaktif memberikan pelatihan kepada warga Surabaya. Menurutnya, api itu adalah sahabat manusia, namun bila tidak bisa mengenalnya akan jadi musuh.

“Pelatihan mengedukasi masyarakat dibutuhkan waktu tiga hari. Jadi bila berminat bisa kontak kami. Kami yang akan datang jemput bola,” tandas Yuda. (wh)