Ini Tantangan Menjahit Tas Ransel

Ini Tantangan Menjahit Tas Ransel

foto:arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan handicraft tas & dompet Pejuang Muda Surabaya memasuki babak baru. La;I ini, peserta pelatihan diajari membuat tas ransel.

“Materi membuat tas ransel ini sekurangnya memakan waktu 4 kali pertemuan,” ujar Yayuk Surat, mentor Pejuang Muda, ditemui di sela pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall, Sabtu (21/9/2019).

Kata dia, tas ransel standar yang dibuat berdimensi 23 cm x 13 cm x 20 cm. Bahannya dari kain kulsin. Supaya nilai ekonominya meningkat dikombinasikan dengan bahan kanvas.

“Ini agar kita dapat menyulam bagian depan dengan sulam pita. Karena, harganya dapat meningkat 50-100 persen,” kupas Yayuk.

Untuk membuatnya, terang Yayuk, yang pertama bikin pola dasar tas ransel, yakni pola tempurung kura-kura. Bentuknya melengkung. Setelah itu, baru masuk tahap memotong bahan dan menjahit.

“Dalam tahapan ini, para peserta dianjurkan membuat pola dasar bagian yang akan dijahit, tempat saku, posisi resleting. Posisi tali ransel akan dijahit. Pemberian pola ini sangat membantu proses menjahit tas,” tegas perempuan berjilbab itu.

Setelah proses memotong bahan dan menjahit, peserta menambahkan hiasan sulam pita dalam jahitan. Karakter sulam yang dapat dipilih bisa flora maupun fauna. Sesuai selera pasar saat ini.

“Yang jelas, jika ada sentuhan seni, hargan tas ransel akan berbeda, lebih mahal,” papar Yayuk.

Dia menuturkan, ada tantangan yang akan dihadapi peserta selain menambahkan hiasan sulam pita, yaitu menyatukan lengkungan kain sehingga membentuk setengah lingkaran yang menyerupai tempurung kura-kura.

“Tekniknya menemukan sudut lengkungan dan menjahitnya menyatu antarkain. Kita harus cermat menemukan lengkungan tersebut supaya tas ransel kita rapi ketika sudah jadi nanti,” tandas Yayuk.

Tidak hanya itu saja. Saat finishing nanti, sambung Yayuk, peserta akan dihadapkan tantangan memasang resleting dan memasang tali ransel. Pemasangan resleting ini juga harus sesuai pola lengkungan kain.

“Intinya, kita harus bisa menjahit dan menjadikan satu pola lengkungan yang berbeda supaya resleting dapat menutup sempurna dan rapi,” tegasnya.

Untuk masalah harga, Yayuk menjelaskan jika tas ransel ini bisa dibandrol Rp 150 ribu ke atas. “Disesuaikan dengan kreativitas kita. Makin bagus dan rapi, harganya makin tinggi,” pungkas Yayuk. (wh)