Ini Strategi Efektif Pasarkan Produk UKM

Ini Strategi Efektif Pasarkan Produk UKM
Luhur Budijarso menjadi narasumber Pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (9/8/2015). arya wiraraja/enciety.co

Membuat opini dan respons positif pada produk yang kita tawarkan butuh strategi dan kreativitas tersendiri. Pasalnya, kini hal ini diindahkan, produk yang kita pasarkan bakal tidak laku di pasaran.

Hal itu ditegaskan Luhur Budijarso, senior marketing consultant, dalam acara Pelatihan Pahlawan Ekonomi bertema Packaging dan Promotion yang diikuti ratusan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (9/8/2015).

“Ini karena jika harga yang ditaksir rendah, opini akan kualitas yang muncul ke publik juga akan rendah. Namun sebaliknya, jika harga produk kita terlalu tinggi, maka produk kita tidak akan laku di pasaran. Makanya, sebelum kita menentukan harga barang produksi, kita harus tahu harga pasaran terkait produk tersebut,” ujar dia.

Menurut Luhur, dalam teknik negosiasi diperlukan feet back cepat dalam pola komunikasi yang baik. Hal tersebut, menurutnya, sangat dibutuhkan agar lawan bicara kita akan yakin pada kualitas yang kita tawarkan.

“Seharusnya, kita terlebih dahulu menunjukkan kualitas kita pada orang yang kita hadapi. Kekuatan komunikasi diperlukan dalam proses ini,” jelas Luhur.

Garansi sebagai strategi promosi juga sangat diperlukan. Sebagai produsen, pastinya harus disiapkan barang dan dana lebih. “Jika ada barang rusak atau kegagalan produksi, sebagai produsen kita harus menoleransi hal tersebut. Ada kelonggaran sekitar 5 persen dari total produksi,” tegasnya.

Dalam perdagangan modern yang saat ini, jelas alumnus ITS tersebut, banyak pengusaha yang menyediakan semacam dana taktis untuk biaya garansi sebagai strategi promosi.

“Jika dihitung secara matematis, pengusaha masih untung berkali lipat. Bahkan strategi tersebut dapat mendatangkan banyak pembeli. Namun perlu dicermati, untuk memakai strategi garansi sebagai strategi promosi, kita sebagai pengusaha dan produsen barang harus terus menjaga kualitas barang yang kita tawarkan. Jika tidak, kita lah yang akan rugi,” pungkas dia. (wh)