Ini Spesifikasi Mobil Listrik Widya Wahana V

Ini Spesifikasi Mobil Listrik Widya Wahana V
Mobil Listrik bertenaga surya Widya Wahana V karya anak mahasiswa ITS Surabaya. Saat launching di depan Kantor Rektorat ITS, Senin (14/9/2015).

Mobil Listrik tenaga Surya Widya Wahana V dirancang seperti mobil sport dengan dua pintu.

“Kami memilih bahan fiberglass sehingga ringan, dengan begitu daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar,” ungkap Aura Nugraha, Ketua tim pembuatan Mobil Tenaga Surya Widya Wahana V pada enciety.co di depan Gedung Rektorat ITS Surabaya, Senin (14/9/2015).

Mobil ini memiliki mesin dari motor listrik berkekuatan 12 x 2 kW, WW5 dapat melaju hingga kecepatan maksimal 150 km per jam dan memiliki jarak tempuh 700 km per charge.

“Beberapa waktu lalu, ketika kami uji cobakan di Jalan Tol Juanda, mobil ini kuat melaju hingga kecepatan 110 km/jam. Kami memang merancang mobil Surya Wahana V ini dengan dua tenaga, yang pertama adalah tenaga listrik dan yang kedua dengan tenaga surya. Jadi mobil ini merupakan mobil yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Untuk membuat mobil ini Tim yang terdiri dari puluhan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ITS ini memerlukan waktu kurang lebih 9 bulan.

“Banyak persiapan yang kami lakukan selama beberapa bulan ini, terutama di ketahanan mesin dan desaint body mobil,” ulasnya.

Sementara itu, Muhammad Nur Yuniarto, Selaku Dosen Pembimbing Tim Pembuatan Mobil Listrik tenaga Surya Widya Wahana V, rencananya pihaknya akan memproduksi masal mobil ramah lingkungan tersebut.

“Ketahanan mobil ini mencapai 10 tahun, kedepan kami berusaha untuk memproduksi masal dalam waktu dekat,” ungkapnya, yang juga Dosen pengajar Teknik Mesin ITS Surabaya.

Namun, untuk saat ini, untuk saat ini Nur Yuniarto mengatakan jika dirinya dan tim binaannya berkonsentrasi dalam  Australia (WSC 2015) pada bulan Oktober mendatang.

“Tantangan dari peserta WSC 2015 adalah bagaimana mengelola tenaga surya pada mobil agar dapat menyelesaikan perjalanan dalam jangka waktu maksimal enam hari dengan perjalanan setiap hari maksimal 9 jam (08.00 – 17.00 waktu setempat). Hal ini juga ditambah dengan tantangan suhu Australia yang cukup ekstrem, yaitu berkisar antara 20 – 30 derajat celcius. Tempat pemberhentian (pit stop) yang tidak menentu, keadaan jalanan yang penuh dengan road train menjadi tantangan lainnya,” ungkapnya saat ditemui dalam acara yang sama di depan Gedung Rektorat ITS Surabaya.

Dia mengimbuhkan, jika ia berharap agar berharap mobil Widya Wahana V ini mampu menorehkan prestasi maksimal pada WSC 2015. “Kami berharap saat lomba WSC 2015 kami meraih hasil mumuaskan, yaitu menjadi juara dunia,” tandasnya. (wh)