Ini Risiko Bila Ikut Program Bayi Tabung

Ini Risiko Bila Ikut Program Bayi Tabung

Banyaknya pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan dan mengambil langkah dengan program bayi tabung memang diperbolehkan. Namun alangkah baiknya bila pasangan suami istri yang belum dikaruniai buah hati tersebut untuk melakukan proses secara alami.

“Lebih bagus bila pasangan suami istri terus mencoba secara alami untuk mendapatkan keturunan. Bila belum berhasil mencobanya, maka bisa ke dokter untuk menentukan apakah ada permasalahan di kandungan atau di pasangannya dan bukan langsung menjalani program bayi tabung,” kata dr Ali Mahmud, Sp OG, (K) FER dalam acara seminar  “Kelas Fertilitas : Mewujudkan Impian Datangnya Buah Hati Tercinta” bertempat di Laboratorium Klinik Pramita, Surabaya, Minggu (28/6).

Proses bayi tabung sendiri sebenarnya baik, namun hal ini menjadi tidak baik jika proses sudah dilaksanakan ternyata pelaksanaannya ada permasalahan baru. Misalnya, suami menderita azoosperma atau istri menderita kista.

Menurut dia, pasangan suami istri sendiri sebaiknya meningkatkan diri berhubungan seksual dengan jalan rutin berolahraga dan makan makanan yang sehat untuk dapat cepat mendapatkan momongan atau yang disebut dengan  fertilitas.

Fertilitas yang berarti meningkatkan kemampuan alami untuk memberikan keturunan. Bila kesulitan untuk mendapatkan bayi atau yang biasa disebut infertilitas, sebaiknya pasangan suami istri tersebut berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan ini selain bertujuan untuk mengetahui permasalahan kehamilan, juga bertujuan untuk mendeteksi secara dini akan bahaya penyakit. Dimana infertilitas terjadi akibat hubungan yang kurang subur antara pasutri selama setahun. pemeriksaan baik secara umum, ginekologi, dan ultrasonografi.

“Bila dokter dengan diagnosanya sudah memutuskan yang terbaik maka ikutilah. Dan bila kurang puas coba bertanya kepada beberapa dokter sebagai perbandingan sebelum menentukan tindakan yang diambil,” papar dia. (wh)