Ini Program Prioritas OJK Hadapi MEA

Ini Program Prioritas OJK Hadapi MEA
foto: enciety.co

Untuk menghadapi persaingan ekonomi global di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki beberapa program prioritas kebijakan di sektor Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Kepala OJK Regional 3 Sukamto mengatakan, beberapa kebijakan tersebut dilakukan oleh OJK untuk dapat mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

“Di sektor perbankan, yang akan kami lakukan adalah meningkatkan volume pembiayaan produktif, pemenuhan isu – isu global, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), peningkatan kontribusi perbankan syariah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta pemberdayaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR),” urai dia, ketika menghadiri acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (25/2/2016).

Kata dia, di sektor pasar modal yang di dalamnya mencakup strategi pendalaman pasar dan penguatan infrastruktur. Pihaknya akan melakukan peningkatan jumlah emiten yang dilakukan dengan penyederhanaan proses IPO dan mengembangkan infrastruktur bagi para pelaku UKM untuk dapat go public. Ditambah lagi, saat ini OJK juga berkeinginan untuk menambah jumlah investor lokal.

Ia mengimbuhkan, OJK juga mulai mengoptimalisasi kapasitas dan peran IKNB. “Contohnya, asuransi dan reasuransi, lembaga pembiayaan, dana pension, modal ventura dan lembaga keuangan khusus lainnya untuk mendukung pembiayaan sektor ekonomi prioritas. Termasuk dengan mempertajam peran kelompok kerja (pokja) yang sudah dibentuk di berbagai sektor ekonomi prioritas,” kupasnya.

Dalam bidang edukasi dan perlindungan konsumen, dia menjelaskan, jika OJK terus meningkatkan program edukasi dan perlindungan konsumen keuangan. “Hal tersebut kami lakukan dengan memperkuat pengawasan terkait dengan interaksi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan konsumen dan masyarakat yang dikenal dengan pengawasan market conduct,” tandasnya. (wh)