Ini Pria Paling Berbahaya di Eropa

Ini Pria Paling Berbahaya di Eropa

 

Nama Otto Skorzeny barangkali masih asing di telinga kita. Namun, di masa lalu, prajurit Jerman ini termasuk kepercayaan Adolf Hitler. Di masa itu, dia disebut sebagai sosok pria paling berbahaya di Eropa. Bahkan, Hitler pun mengakui dan memberi hormat untuk itu.

Dikutip dari National Geographic, salah satu cerita kehebatan Skorzeny terlihat saat lakukan pembebasan Diktator Italia, Benito Mussolini. Waktu itu, Mussolini disekap di Hotel Campo Imperatore di Gran Sasso, Pegunungan Alpen. Ia dibebaskan lewat aksi gila Skorzeny pada 12 September 1943.

Skorzeny melakukan aksi ini bukan tanpa alasan, sebabnya ia mendapat perintah langsung dari pemimpin Jerman kala itu, Adolf Hitler. Mussolini dan Hitler adalah dua sekutu kuat dalam Perang Dunia II. Penting bagi Hitler tidak kehilangan rekan sejawatnya dalam perang mempertahankan Reich Ketiga di Eropa.

Mussolini tertangkap pada 25 Juli 1943. Sehari sesudahnya, Hitler meminta bertemu dengan Skorzeny di luar kantor “Sarang Serigala”. Hitler memberi salam pada prajurit berbadan besar dan miliki bekas luka di pipi kirinya itu. Lalu dimulailah informasi mengenai tertangkap dan hilangnya Mussolini.

Pemimpin Nazi itu menggarisbawahi kekhawatirannya kemungkinan Italia akan menyerah. Maka ia memerintahkan pria paling berbahaya di Eropa itu untuk terbang ke Italia dengan kode rencana Operasi Pohon Ek.

Segera, setelah dua bulan mengikuti gerak pasukan Italia, Skorzeny memulai aksi penyelamatan pada 12 September 1943. Skorzeny menunjukkan keberanian dengan melakukan pengamatan dari udara dengan menggunakan pesawat gilder.

Ia menyuruh pilot pesawat capung yang membawa Mussolini dan dirinya kabur, stand by di  puncak tebing tempat Gran Sasso berdiri. Ketika itu, ia menyuruh beberapa anak buahnya menahan pesawat dengan menancapkan kaki ke tanah. Ketika mesin pesawat sudah berputar sekencang-kencangnya, pilot pesawat kemudian memberi isyarat agar mereka melepaskan pegangan, dan pesawat pun terlontar ke udara.

Hebatnya, ini dilakukan Skorzeny tanpa memuntahkan satu peluru pun. Hitler langsung memujinya dan menaikkan pangkat dari kapten menjadi mayor.

Selepas keruntuhan Nazi, pria paling berbahaya di Eropa ini menyerahkan diri pada Sekutu pada Mei 1945. Ia diadili dalam kaitan peristiwa Battle of the Bulge dan keluar dari penjara pada 17 Juli 1948. Ia kemudian meminta suaka pada Jenderal Franco, penguasa Spanyol. Ia bekerja sebagai insinyur hingga 1952, ketika pemerintah Jerman mengampuninya.

Ia kemudian menjadi konsultan keamanan bagi para pemimpin dunia, termasuk di antaranya Juan Peron dari Argentina dan Gamel Abdel Nasser dari Mesir. pria paling berbahaya di Eropa ini pernah menjadi orang paling ditakuti akhirnya meninggal dunia setelah menderita penyakit menyiksa berkepanjangan di Madrid, Spanyol, pada 5 Juli 1975.(ram)