Ini Prediksi Bapak Statistika Indonesia Soal Kondisi Ekonomi 2020

Ini Prediksi Bapak Statistika Indonesia Soal Kondisi Ekonomi 2020

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Sebentar lagi, dunia akan memasuki tahun 2020. Kondisi perekonomian Indonesia saat ini relatif sama dengan tahun 2019. Tidak ada penurunan perekonomian yang drastis seperti yang dibayangkan banyak orang.

Menurut Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, sepanjang tahun 2019, kondisi ekonomi dalam negeri sangat dipengaruhi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

“Lalu, setelah kondisi itu reda, belakangan kita diperlihatkan kondisi politik internal Amerika yang presidennya di-impeach. Indonesia sendiri juga dihadapkan pemilu serentak, mulai pemilihan presiden, pilkada di level pusat hingga daerah. Boleh dibilang tahun 2019 ini adalah tahun politik,” katanya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (27/12/2019).

Dua lalu menuturkan, di penghujung tahun ini, beberapa harga komoditas hasil tambang dalam negeri mengalami kenaikan. Di antaranya nikel, timah, dan tembaga. Sedangkan komoditas ekspor lain seperti Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, harganya naik mencapai 35 persen. Komoditas karet yang nilainya 15 persen dan lain sebagainya.

“Artinya, nilai ekspor kita cenderung deficit. Namun ada beberapa komoditas yang nilainya naik. Ini merupakan faktor positif dan modal bagi perekonomian kita untuk menatap dan menghadapi tantangan di tahun 2020,” cetus pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Tahun 2020, sambung dia, ada sekitar 4 juta bayi lahir. Sementara itu, sekitar 94 juta orang generasi alpha millenial akan tumbuh. 52 persen, di antaranya merupakan anak-anak berusia 3-17 tahun.

“Generasi millenial alpha ini adalah generasi yang menentukan bagaimana arah masa depan Indonesia. Untuk itu, mulai saat ini, hendaknya kita dapat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, di antaranya pendidikan bagi mereka,” ungkap Kresnayana. (wh)