Ini Pesan Terakhir Mendiang James Foley

Ini Pesan Terakhir Mendiang James Foley
James Foley/freejamesfoley.org

Keluarga James Foley, wartawan Amerika yang dipenggal oleh militan ISIS baru-baru ini merilis sebuah pesan dari Jim. Ini adalah pesan terakhir yang mereka dapatkan dari dia. Keluarganya sangat berharap suatu saat ia akan dibebaskan.  “Semua surat yang ditulis Jim untuk keluarganya selama ia ditawan oleh sipir,” kata keluarga dalam tulisan berjudul Free James Foley di Facebook.

“Jadi, Jim berencana melakukan pendekatan yang baik Juni lalu. Ia meminta seorang sandera lain untuk menulis surat kenangan,” kata keluarga James Foley .

NBC News melansir, setelah dibebaskan, tawanan itu membacakan surat dari James Foley kepada keluarganya. Dalam surat itu, Foley mengatakan 18 orang disandera dalam satu sel. Ia hanya mengandalkan doa dan memikirkan hari bahagia untuk terus bertahan.

“Saya terkadang kuat dan lemah. Kami sangat bersyukur ketika ada yang dibebaskan. Tapi tentu saja, kami mengharapkan kebebasan kami sendiri,” kata Jim dalam suratnya.  Jim juga mengirimkan pesan singkat untuk saudara-saudaranya dan mengakhirinya dengan pesan positif. “Tetap kuat karena aku akan membutuhkan bantuanmu untuk merebut kembali kehidupanku,” kata dia.

Sementara itu, senator dan mantan calon presiden AS John McCain kembali menyeru Gedung Putih agar berbuat lebih banyak guna menangani apa yang ia katakan adalah ancaman dari Negara Islam (IS).

“Sayangnya, sejauh ini, ia (Presiden Barack Obama) tampaknya secara aneh menjauhkan diri dan orang Amerika tak percaya bahwa ia memimpin” dengan cara yang akan mengakibatkan “kekalahan –bukan menghentikan– tapi kekalahan ISIS, yang menjadi ancaman langsung bagi Amerika Serikat”, kata McCain kepada Fox News. Ia menggunakan nama lain dari Negara Islam (IS). “Kita tak perlu mengekang ISIS. Kita harus mengalahkan ISIS.”

“Itu bencana, dan dia (Obama) masih tak memahami itu,” kata Senator tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua. Ia menambahkan kerusuhan di Irak dapat diramalkan setelah “kekeliruan sangat besar” Obama karena tidak meninggalkan pasukan AS setelah penarikan tentara dari negara yang dirongrong pertempuran itu pada Desember 2011.

Ia menyerukan strategis menyeluruh untuk mengalahkan kelompok yang telah menimbulkan kekacauan di Irak dan Suriah tersebut dengan menggunakan lebih banyak “serangan udara”. Ia mengatakan, “Kita memerlukan lebih banyak dorongan di lapangan –dan itu tak berarti pasukan tempur– tapi itu berarti peningkatan besar.” (rpb/ram)