Ini Pesan Risma untuk Pelaku Industri Kreatif

Ini Pesan Risma untuk di Pelaku Industri Kreatif

Teks: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Geekfest 2017 di Gedung Siola, Minggu (21/5/2017).

Hari kedua acara Geekfest 2017, Minggu (21/5/2017), yang menampilkan kolaborasi kreator lokal di Mall Perijinan Gedung Siola, Jalan Tunjungan, dikunjungi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, usai melakukan lawatan di Inggris.

Risma saat memberikan sambutan meminta agar anak muda untuk tetap semangat dalam berkolaborasi menciptakan ide-ide baru dari kreator lokal untuk membentuk ekonomi berbasis kreatif di Kota Pahlawan ini.

“Senang sekali mimpi saya untuk Surabaya akhirnya bisa menyelenggarakan acara seperti ini. Acara teknologi, seni, dan industri kreatif lainnya. Di mana ada pemikiran ke depannya untuk berinovasi untuk Surabaya. Pengunjungnya ramai dan padat membuktikan bahwa pemudanya memiliki keingintahuan.  Ini juga membuktikan Surabaya juga bisa untuk menjadi tempat untuk anak muda berkreasi,” kata Risma.

Menurut wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu, mimpi-mimpi mulia ini adalah mimpi panjang yang terpendam. Di mana ia ingin belajar banyak dan memahami pengembangan industri kreatif dalam arti yang sesungguhnya.

“Di Inggris ada salah satu coworking space yang mendorong pemuda sejak umur belia tentang berinovasi tanpa pernah berhenti di manapun berada. Saya kira itu yang cocok untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia lalu menyebut Innovate Surabaya, serangkaian acara pengembangan pemuda Surabaya untuk memahami industri kreatif di Indonesia. Harapannya program ini akan diperkenalkan pada bulan November mendatang.

Mimpi-mimpi Ibu Risma dibentuk atas nama kebersamaan untuk Surabaya, selaras dengan esensi Geekfest 2017 yang menggarisbawahi kolaborasi antarindustri kreatif Indonesia.

Melalui Geekfest, Risma menyampaikan pesan, jangan lagi ada perbedaan, dengan persamaan dan kolaborasi inilah yang seharusnya bisa membangkitkan Surabaya menjadi lebih baik lagi.

“Semua bisa mengejar mimpinya karena Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia, Ibu Kota sekaligus pusat pengembangan industri Jawa Timur. Asalkan kita mau belajar, mengerti, tidak merasa sok pinter, tidak merasa sok paling benar, tidak merasa sok paling segalanya,” tutupnya. (wh)