Ini Perjalanan Ahok Sampai Menjadi Tersangka

Ini Perjalanan Ahok Menjadi Tersangka

foto: kompas.com

Gubernur DKI Jakarta Non Aktif Basuki Tjahaj Purnama (Ahok) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Dia diduga telah melakukan penistaan agama. Saat bicara dengan warga di Kepulauan Seribu, dia mengutip ayat suci Alquran. Pernyataan Ahok itu disebarluaskan di media sosial sehingga menimbulkan keresahan umat Islam. Berikut perjalanan Ahok menjadi tersangka.

Pada 7 Oktober 2016, Ahok dilaporkan oleh Habib Novel Chaidir Hasan yang berprofesi sebagai alim ulama sebagaimana Laporan Polisi nomor LP/1010/X/2016 Bareskrim.

Ahok dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana penghinaan agama.

Dalam laporan itu,  Ahok diduga telah melakukan tindak pidana penghinaan Agama di Indonesia melalui media elektronik berupa YouTube.

Sekretaris Jenderal DPP FPI ini mengganggap bahwa calon petahana gubernur DKI ini secara terang telah melecehkan ayat dalam Al Quran sebagai kitab suci umat Islam.

Polisi masih memproses laporan itu. Namun perkara ini meluas menjadi aksi demonstrasi besar-besaran pada 4 November. Dia pun kerap ditolak oleh sekelompok orang saat berkampanye di beberapa wilayah Jakarta.

Mereka menuntut agar polisi terus memproses hukum Ahok dengan tuduhan penistaan agama. Polisi pun terus menyelidiki kasus ini. Ahok sudah diperiksa polisi berkali-kali. Bahkan dia mendatangi Bareskrim polri untuk menjelaskan duduk perkaranya sebelum dipanggil.

Untuk menghindari gerakan massa yang terus meluas, Presiden Jokowi meminta polisi memproses hukum dengan cara terbuka dan transparan.

Bareskrim polri pun langsung melakukan gelar perkara secara terbuka pada 15 November 2016. Meski awalnya terbuka,  gelar perkara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung tertutup.