Ini Perasaan Chairul Tanjung Saat Pertama Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia

Meski Tak Jadi Menteri, CT Janji Tetap Bantu Jokowi
Bagaimana rasanya menjadi sosok yang masuk daftar miliarder dunia? Bagi Chairul Tanjung, tak ada perasaan istimewa menyambut  momen itu. Bos Trans Corp ini mengaku, masuk dalam jajaran orang terkaya dunia tak membuatnya besar kepala. Bahkan dia merasa tak memiliki harta sebanyak hasil perhitungan Forbes. “Kita lihat begini saya nggak mengerti bagaimana orang bisa mengukur kekayaan orang, saya sendiri nggak tahu isi kantong saya,” katanya dalam acara Creative Preneur Corner 2015, di Senayan City, Jakarta, Sabtu (28/3/2015)

Menurut Chairul Tanjung, kekayaan seseorang tidak bisa diukur dari yang dilihat, tetapi juga harus diukur dari segala aspek. Karena itu, ia menganggap pemeringkatan orang tajir tersebut tak penting.
” Jadi jangan percaya sama begituan, itu pertama orang dilihat yang kelihatan, orang nggak tahu utang saya berapa banyak, harusnya aset dikurangi utang, itu nggak penting. Sukses bukan diukur penomoran, bukan berapa banyak yang kita punya,” ungkapnya.

Chairul Tanjung pun bercerita tetang kisah suksesnya yang diawali dengan sekolah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Namun setelah lulus ia tidak melanjutkan karir sesuai dengan latar belakang pendidikan. Chairul lebih memilih berwirausaha untuk membiayai adik-adiknya. “Saya masuk kuliah biaya sendiri terus berusaha. Waktu saya lulus saya wajib kerja sarjana, kalo kita ikut cukup buat hidup, karena dapat rumah sebelah puskemas, kedua dapat gaji, ketiga buka praktek. Tapi saya punya masalah, adik saya masih empat, itu yang membuat saya tidak milih jadi dokter gigi untuk bisa membiayai adik saya,” pungkasnya. (lp6)