Ini Penyebab Turunnya Dolar AS

Ini Penyebab Turunnya Dolar AS

Kurs dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat, 6/2/2015, pagi WIB). Penyebabnya karena data ekonomi yang keluar dari negara itu bervariasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (5/2/2015) bahwa dalam pekan yang berakhir pada 31 Januari, angka sebelum penyesuaian secara musiman klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 278.000 dari 267.000 pada minggu sebelumnya. Angka ini mengalahkan ekspektasi pasar 290.000, lapor Xinhua.

Investor sedang menunggu laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari dari departemen pekerjaan, dijadwalkan akan dirilis pada Jumat, untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif dari pasar tenaga kerja AS.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pada Kamis bahwa defisit perdagangan negara itu melonjak menjadi 46,6 miliar dolar AS, naik 6,8 miliar dolar AS dari 39,8 miliar dolar AS pada November. Angka terbaru itu di atas konsensus pasar sebesar 37,9 miliar dolar AS.

Greenback turun terhadap sebagian besar mitra-mitranya selama sesi perdagangan. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,42 persen menjadi 93,591 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1472 dolar dari 1,1418 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5332 dolar dari 1,5222 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7804 dolar dari 0,7781 dolar.

Dolar AS dibeli 117,57 yen Jepang, lebih tinggi dari 117,36 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun ke 0,9229 franc Swiss dari 0,9237 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,2442 dolar Kanada dari 1,2566 dolar Kanada.