Ini Penyebab Setan Merah Terpuruk

 

Ini Penyebab Setan Merah Terpuruk

 

Hattrick Samuel Eto’o, Minggu (19/1/2014), makin membenamkan Manchester United. Skor 3-1 dalam lawatan ke kandang Stamford Bridge, menjadikan Setan Merah terpaku di posisi tujuh klasemen Liga Inggris. Sebuah catatan miris bagi tim berlabel juara bertahan.

 

The Reds Devil juga sudah kalah empat kali di kandang. Catatan ini  setara dengan rekor kandang Stoke. Ketajaman klub juga menurun. Dari 92 tim di berbagai divisi Liga Inggris, hanya ada 14 tim yang koleksi golnya lebih rendah dari MU. Tim ini juga seperti hanya menjadi raja di kalangan tim papan tengah. Meski berhasil mengalahkan Arsenal pada 5 November lalu, tapi MU gagal menang dalam sembilan laga lain melawan tim papan atas.

 

Berikut beberapa penyebab yang membuat si Setan Merah Manchester United terpuruk di perjalanan musim ini:

 

1. Kharisma Moyes belum Sepadan dengan Ferguson

 

Kepergian Sir Alex Ferguson, yang pensiun, dari Manchester United membawa serta banyak hal. Sebelumnya Kharisma yang dimiliki pelatih gaek itu membuat MU sangat ditakuti lawan. Gary Neville, mantan bek MU, pernah menyebut kehadiran Ferguson setara dengan 10 poin dalam semusim. Fergie mampu mengintimidasi lawan sehingga meyakini akan susah mengalahkan Setan Merah.

 

Kharisma ini yang tak dimiliki David Moyes. Pelatih asal Skotlandia ini, sepertinya masih belum move on dari kenyataan bahwa dia bukan lagi pelatih tim medioker Everton. Alhasil, MU seperti kehilangan aura menakutkan –layaknya Setan- yang ditakuti lawan.

 

2. Pemain veteran kehilangan daya juang

 

Kondisi ini pun berimbas ke para pemian veteran. Surat kabar Inggris, Guardian, menyebut para pemain veteran itu seperti berhenti berjuang setelah Fergie pergi. Patrice Evra, Nemanja Vidic, dan Rio Ferdinand musim ini kerap tampil kedodoran di lapangan. Ferdinand tak lagi jadi pilihan utama. Vidic dan Evra masih tampil tapi kerap kesulitan saat menghadapi pemain lawan.

 

3. Pembangunan tim yang gagal dan rekrutmen yang buruk

 

Ini bukan sepenuhnya kesalahan David Moyes. Upaya pembangunan tim sudah dilakukan sejak masa Ferguson dan terbukti tak menunjukan hasil memuaskan. Sebagai pelatih yang dikenal jago membangun tim, Fergie gagal di masa akhir tugasnya. Hanya dua dari pemain yang dia rekrut setelah 2006 yang kini masuk tim ini, yakni Robin van Persie dan David de Gea. Di akhir masa tugasnya Ferguson juga merekrut Wilfried Zaha, yang baru baru melakukan debut pada Desember, dan sejak itu jarang dipakai. Pemain ini pun kini disebut-sebut akan segera dilepas. Moyes juga tak lepas dari kesalahan yang sama dengan langkahnya mendatangkan Marouane Fellaini, yang terbukti gagal bersinar di Old Trafford.

 

4. MU dipenuhi pemain yang berperforma tak maksimal

 

Setan Merah memiliki skuad yang besar, tapi minim kualitas. Di bawah Ferguson, para pemain ini masih mampu dimanfaatkan dan memberi sumbangan di saat yang tepat. Tapi, dalam arahan Moyes kebanyakan dari mereka tak berhasil dimanfaatkan. Javier Hernandez mengalami paceklik yang sangat panjang. Shinji Kagawa gagal menunjukan ketajaman. Anderson kerap tampil tak meyakinkan. Performa tak maksimal juga ditunjukkan Tom Cleverley, Ashley Young, Nani, Fellaini, Ferdinand, Zaha, dan Buttner.

 

5. Faktor Mental

 

Kekalahan demi kekalahan yang dialami Setan Merah juga memukul mental para pemain. Mereka kian kehilangan percaya diri. Ciri MU yang selalu bisa menang setelah tertinggal, seperti di masa Ferguson, sudah hilang.(ram)