Ini Penyebab Anak-Anak Menderita Rabun Jauh

Ini Penyebab Anak-Anak Menderita Rabun Jauh

Hati-hati dengan kecanggihan teknologi dewasa ini. Banyaknya peralatan elektronik canggih yang beredar di pasaran membuat banyak yang tergoda. Padahal, di luar kecanggihan produk elektronik tersebut, juga terdapat sisi negatifnya.

Contohnya adalah kerusakan mata dimana ditemukan penderita miopi atau rabun jauh kini banyak dialami para remaja hingga anak-anak. Walaupun kerusakan mata tidak hanya dikarenakan kecanggihan teknologi saja tetapi juga faktor lain seperti keturunan, kurang gizi, atau kelainan.

Dokter spesialis mata yang bertugas di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) dr Niken Indah SpM, mengakui bila kini penderita miopi atau rabun jauh didominasi oleh anak-anak hingga remaja.

Biasanya, penderita yang berobat atau menyampaikan keluhan tersebut kepadanya adalah orang dewasa yang berumur 27-32 tahun. Kini, banyak anak-anak atau remaja yang berobat ditempatnya.

“Para penderita miopi tersebut dipakaikan kacamata minus agar tidak lagi pusing,” kata dr Niken Indah kepada wartawan di Surabaya, Selasa (24/3/2015).

Menurut dia, bukan hanya rentang usia saja yang menjadi kasus terbesar. Namun juga besarnya jumlah miopi. Pada jaman sebelum ada kecanggihan tekhnologi miopi pada anak-anak hanya berkisar mulai minus setengah hingga dua.

“Kini banyak ditemukan besaran miopi anak-anak justru diatas dua, bahkan beberapa kasus ditemukan hingga minus sembilan,” terusnya.

Dirinya meminta agar orang tua lebih bijak memperkenalkan teknologi terbaru kepada anak-anaknya. Diusahakan posisi penggunaan dan jarak yang ideal serta tidak berlebihan agar tidak menambah jumlah anak yang menderita miopi ini. (wh)