Ini Penjelasan Direktur RSUD Dr Soetomo Terkait Covid-19

Ini Penjelasan Direktur RSUD Dr Soetomo Terkait Covid-19

DR. Dr. Joni Wahyuhadi, SpBS, Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo. foto: arya wiraraja/enciety.co

Ada dua hal yang perlu diketahui oleh masyarakat terkait virus Corona (Covid-19). Pertama, Ukuran virus Covid-19 sekitar 120 nanometer. Virus ini mudah bermutasi atau dapat berubah setiap saat. Artinya siklus inkubasi dari virus ini juga dapat berubah. Penularan untuk virus ini sangat cepat. Problemnya, bagi si pembawa atau orang yang telah terjangkit virus ini tidak akan merasakan jika dirinya telah terjangkit.

“Hal ini yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Kita tidak perlu khawatir, namun untuk daerah dengan berlabel merah seperti Kota Surabaya, kita cukup harus waspada. Siapa pun bisa membawa virus Covid-19 ini, jadi kita harus dapat memproteksi diri kita sendiri,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Dr Soetomo (RSUD) Dr dr Joni Wahyuhadi, SpBS yang juga merupakan Ketua Gugus Kuratif, Pencegahan Covid-19 Pemprov Jawa Timur, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Yang kedua, sambung Joni, virus ini menyerang saluran napas. Baik saluran napas atas maupun saluran nafas bawah atau paru-paru dan lain sebagainya. Ciri virus yang menyerang saluran pernapasan ini adalah kecepatan dalam menyerang organ saluran pernapasan. Artinya, virus ini dapat menyebabkan sistem pernapasan si penderita berhenti.

“Masker, perangkat ini jadi salah satu alat proteksi untuk masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di daerah merah. Jadi, jika ingin beraktivitas. Terutama di luar rumah hendaknya kita gunakan,” tutur Joni.

Selanjutnya, Joni menambahkan, virus Covid-19 ini selain memiliki proses mutasi yang cepat, tapi juga menyerang sistem imunitas (kekebalan tubuh).

“Virus Covid-19 ini sangat pintar sekali. Ketika terjangkit, imunitas si penderita akan menurun sehingga akan sangat sulit sekali untuk sembuh,” papar dia.

Perlu diketahui, di Jawa Timur, sampai dengan Jumat (3/4/2020) ini, pasien positif Covid-19 ada 103 kasus. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 686 kasus. Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 8.395 kasus. Sedangkan untuk pasien sembuh saat ini mencapai 22 kasus. (wh)