Ini Para Superwoman di Bidang Teknologi

zhou-qunfei-a-factory-worker-became-chinas-richest-woman

Forbes merilis daftar 100 orang terkaya di dunia yang berhasil meraup cuan dari sektor teknologi. Beberapa nama besar seperti Bill Gates dan Steve Jobs hadir di daftar tersebut. Namun, bukan hanya para pria, dalam daftar tersebut terdapat beberapa  superwoman yang mampu bersaing.

Melansir Forbes, Selasa (11/8/2015), para  superwoman kaya tersebut memperoleh hartanya mulai dari perusahaan inovatif, pewaris perusahaan teknologi, hingga innovator perusahaan teknologi. Empat dari miliarder perempuan ini berasal dari Amerika Serikat, sementara yang lain berasal dari Swiss, China hingga Hong Kong.

Superwoman paling kaya di dunia teknologi adalah pengusaha asal China, Zhou Qunfei. Pendiri perusahaan Lens Technology di 2003 ini memiliki kekayaan USD7,5 miliar, setelah perusahaannya mulai go-public pada 2006.

Setelah Zhou, Denise Coates merupakan  superwoman terkaya di dunia teknologi berikutnya. Perempuan asal Inggris ini memiliki kekayaan USD2,9 miliar, yang berasal dari perusahaan judi online yang dibuatnya pada tahun 2000. Mantan akuntan ini menjadi Wakil CEO, mendampingi kakaknya John Coates, yang juga miliarder.

Di antara  para superwoman ini, ada satu nama yang merintis dari bawah, Judy Faulkner. Judy yang dari awal merupakan programmer, mencoba peruntungannya dengan masuk pada sektor kesehatan lewat software ciptaannya Epic Systems. Saat ini, lebih dari setengah rumah sakit di Amerika menggunakan software ciptaannya. Diperkirakan,kekayaannya mencapai USD2,6 miliar.

Di tempat selanjutnya ada satu-satunya wanita yang memulai kariernya dari tenaga outsourcing di perusahaan raksasa Hewlett-sejak 2011. Dia pun didapuk menjadi CEO ketika perusahaan tersebut pecah pada November. Kekayaannya diperkirakan mencapai USD2,2 miliar.

Urutan selanjutnya, terdapat Laurene Powell Jobs. Janda Steve Jobs ini mewarisi saham Apple dan Disney. Laurene memiliki kekayaan USD2,1 miliar dan membuatnya menjadi janda kaya.

Setelah Laurene, Dagmar Dolby juga menjadi janda kaya dengan warisan yang ditinggalkan suaminya Ray Dolby, yang meninggal pada usia 80. Dagmar berasal dari Jerman dan bertemi Rau pada 1962.

Terakhir adalah Eva Marie Bucher Haefner, yang mendapatkan kekayaannya dari warisan ayahnya Walter yang memiliki perusahaan penyedia software Computer Associates (CA Technologies), setelah ayahnya meninggal pada 2012 di usia ke-101. (frb/oke)