Ini Langkah Pertamina Dukung Peralihan Konsumsi Energi Baru Terbarukan

Ini Langkah Pertamina Dukung Peralihan Konsumsi Energi Baru Terbarukan

Galih Aji Wahana dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya dengan tema Energi Terbarukan. Era Baru Energi Indonesia, Jumat (24/5/2019). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Galih Aji Wahana, Communication & Relation Section Head Pertamina MOR V, mengatakan sampai saat ini pihaknya selalu mendukung penuh langkah peralihan konsumsi energi konvensional menjadi konsumsi energi baru terbarukan. Hal tersebut sesuai dengan energy supply mix 2019.

Dalam bauran energi tersebut (energy supply mix 2019), penggunaan bahan bakar alternatif pada tahun 2019 ini mencapai 5 persen.

“Ditargetkan konsumsi energi alternatif itu dapat meningkat 8 persen pada tahun 2026 mendatang,” ujar Galih dalam acara perspective dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Menurut dia, ada beberapa langkah yang dilakukan Pertamina untuk dapat mewujudkan peralihan konsumsi energi baru terbarukan. Di antaranya dengan bekerjasama dengan ENI perusahaan migas asal Italia terkait pembangunan Green Refinery di Kilang Plaju, Sumatera Selatan sejak Desember 2018.

“Selain itu, kami juga melakukan kerjasama pengolahan limbah menjadi energi dengan ENI” jelas dia.

Tidak hanya itu, sambung Galih, Pertamina saat ini juga telah mengembangkan energi baru terbarukan berupa panas matahari dengan mengembangkan PLT Surya di Jakarta, Bontang dan Cilacap. 

Lewat PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) anak perusahaan dari Pertamina, kata Galih, pihaknya juga mengembangkan energi baru terbarukan panas bumi (Geothermal) mulai dari 2016 sampai 2018.

“PGE telah menambah 445 megawatt hingga saat ini total enegri listrik yang terpasang meningkat menjadi 617 megawatt. Pada tahun 2026, kami menargetkan dapat memasang 1100 megawatt terpasang,” paparnya. (wh)