Ini Kiprah Kartini-Kartini Masa Kini

Ini Kiprah Kartini-Kartini Masa Kini
Chief Operating OfficerIbu PT. Kamadjaja Logistic Ivy Kamadjaja, Driver perempuan Taxi Blue Bird Group Pristi Triarsi, dan Nakhoda PT. Pelindo Marine Service Kapten Siska Dian Iranti. foto: Avit Hidayat/enciety.co

Eksistensi kaum wanita Indonesia makin diakui banyak kalangan. Banyak di antara mereka yang kini mampu melakoni pekerjaan strategis yang dulu hanya bisa ditangani kaum pria.

Seperti halnya Ivy Kamadjaja, Chief Operating Officer PT. Kamadjaja Logistic. Sejak kecil, ia sudah mengetahui seluk beluk pelabuhan, gudang, crane di Tanjung Perak. Kemampuan ini terasah berkat peran serta kedua orang tuanya.

Ivi mengaku harus pandai-pandai untuk menempatkan diri. Kata dia, ada plus minus pekerjaan lelaki dipegang oleh wanita. “Pekerjaan lelaki yang bisa kami kerjakan, ya kami kerjakan,” ujar dia yang telah bekerja di tempat tersebut sejak tahun 1998.

Kini, sambung dia, di tempatnya bekerja banyak senior manager dijabat perempuan. Mungkin karena sentuhan wanita berbeda untuk bekerja. Ia mengaku bisa seperti ini karena keluarga yang mendukung dan diizinkan oleh sang suami.

“Sekarang zaman sudah canggih yang bisa perlihatkan wajah ketika menelepon. Dua anak saya sudah bisa tahu pekerjaan saya,” tutur Ivi yang mengaku jarang bisa pulang lantaran beban pekerjaannya tersebut.

Hal serupa dilakoni Kapten Siska Dian Iranti, nakhoda perempuan PT. Pelindo Marine Service. Wanita yang biasa membawa kapal wisata untuk penyeberangan Suramadu itu sepakat jika perempuan harus bisa sejajar dengan pria.

“Saya bisa jadi nakhoda yang notabene adalah pekerjaan lelaki. Tapi saya sanggup dan perusahaan juga melihat kemampuan saya,” kata Siska.

Dirinya mengaku paling lama meninggalkan keluarga adalah dua hari di laut. Karena wanita tidak bisa lepas dari kodratnya yang dekat dengan keluarga.

Siska mengatakan harus bertanggung jawab penuh membawa banyak passenger (penumpang) yang menyewa kapalnya. Sebagai perwira di atas kapal yang dinakhodainya, ia harus siap menghadapi bahaya bersama bawahan dan keselamatan para penumpangnya.

Sementara itu, Pristi Triarsi, driver Taxi Blue Bird Group, mengaku sudah tiga tahun kerja sebagai supir taksi. Menurutnya, kini dirinya merasa nyaman kerja dengan lelaki. “Malah kalau kerja dengan lelaki rukun dan sangat pengertian,” kata Pristi yang dulunya kerja di perbankan tersebut.

Ia lalu mengungkapkan, kini ada 25 orang perempuan yang jadi driver di Blue Bird. Soal skill ,tidak kalah dengan lelaki. Sebelum masuk semua karyawan harus dites dan ditraining selama tiga hari. Sehari training untuk pemantapan.

“Semuanya harus bisa. Baik laki maupun perempuan,” kata wanita yang kini sendiri membesarkan putrinya tersebut karena suaminya telah tiada ini.

Ia juga menceritakan, dirinya tidak khawatir bila diperjalanan taksinya mengalami trouble, semisal  ban bocor. Karena pengemudi taksi laki-laki lain siap membantu mengganti ban yang dikendarainya.

“Malah cuma saya duduk saja dan teman-teman yang benerin,” ujarnya, lalu tersenyum. (wh)