Ini Kiat Sukses Bisnis Digital Imaging

Ini Kiat Sukses Bisnis Digital Imaging
Founder of Tanda Seru Detailed Imaging Jakarta, Adrianka, saat menceritakan jerih-payahnya membesarkan bisnisnya.

Kesuksesan sebuah brand sangat ditentutkan oleh kualitas digital imaging. Ini karena posisinya sangat mementukan untuk meng-create sebuah ide untuk menjadi brand produk.

“Gagasan ini sangat mahal. Ibaratnya dari 50 orang yang menganggap sebuah iklan buruk, tapi ada satu orang yang menganggap itu bagus, maka ide tersebut telah sukses meng-create ide menjadi brand,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya saat mengisi Kupas Bisnis bertajuk Digital Imaging Through Advertising di Spazio, Rabu (29/10/2014) malam.

Menurut Kresnayana, hingga sekarang banyak produk yang salah menentukan brand produk. Satu di antaranya adalah Teh Sosro yang sebelumnya mengambil tagline Teh Botol Sosro. Kata dia, banyak produsen teh lain yang numpang brand di atas ketenaran teh botol Sosro kala itu.

“Kompetitornya numpang semua. Mulai dari Teh Anda, Teh Kita, dan lain sebagainya. Inilah proses brand company yang salah, karena dia menganggap sebagai produk pertama yang membuat teh dalam kemasan botol,” bebernya.

Untuk itu, jelas Kresnayana, yang sangat menentukan sukses atau tidaknya sebuah brand sangat bergantung creative digital imaging yang membuat brand tersebut. “Ke depan tidak dipungkiri jika profesi ini akan digeluti banyak orang dan sifatnya perorangan saja,” jelasnya.

“Bisnis ini (digital imaging) suatu hari akan bisa dikerjakan perorangan. Kalau sudah mulai survive dan solid biasanya mereka membutuhkan tim, network, dan lain sebagainya,” imbuh doses statistika ITS Surabaya tersebut.

Sementara itu, Founder of Tanda Seru Detailed Imaging Jakarta, Adrianka mengaku mengawali bisnisnya lantaran memiliki kegemaran dalam bidang bisnis visual sesuai dengan program studi yang diambilnya semasa kuliah di Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Surabaya.

“Intinya pada bisnis ini kita menggabungkan antara imajinasi dan kemauan konsumen atau produk market,” akunya.

Dia lalu mengatakan, konsep ini harus ada dan detail. Termasuk dalam teknisnya ia akan membutuhkan banyak hal untuk membuat sebuah hasil karya digital imaging yang bagus.

Setelah menentukan kesepakatan ide dan kemauan pelanggan, ia menyiapkan foto dari fotografer, stock foto, dan ilustrasi dari tiga dimensi yang bisa dicari melalui berbagai situs di internet.

“Untuk membuat gambar visual editing imaging menjadi advertising kita harus mendekati real-nya seperti apa. Contohnya, menggambarkan sungai jadi nggak harus sempurna, sungai bisa ada yang masih kotor dan lain sebagainya,” ceritanya.

Meski terlihat mudah, namun Andrianka butuh keseriusan untuk melakukan profesi tersebut. Ini kenapa meski pasar sangat terbuka lebar, tapi di Surabaya profesi digital imaging masih jarang.

“Makanya saya nekat berbisnis di Jakarta saja yang lebih menjanjikan meskipun saya harus mulai dari awal. Saya harus mengumpulkan modal sedikit demi sedikit. Kemudian jaringan, dan memberi kepercayaan pelanggan,” jelasnya.

Dalam profesi ini, Adrianka juga menganjurkan bahwa kuncinya sukses adalah kesabaran, komitmen kuat, dan punya passion. “Ini karena masalahnya nanti ada banyak. Mulai dari deadline tidak jelas, pembayaran mundur, sampai soal sumber daya manusianya,” akhirinya. (wh)