Ini Kiat Jadi Fotografer Kuliner Sukses

 

Ini Kiat Jadi Fotografi Kuliner Sukses

Dampak positif perkembangan dunia kuliner di Surabaya tidak hanya dirasakan profesi koki saja. Profesi lain semacam fotografer kuliner saat ini juga menjadi pilihan untuk mendulang keuntungan finansial.

Jie W. Kusomo adalah satu di antara yang beruntung menjalani profesi yang terbilang baru ini. Berawal dari hobi makan sejak kecil, pria kelahiran Balikpapan 26 tahun silam itu, kini sukses menjadi food photographer di Surabaya.

Tidak heran jika namanya kini telah menjadi tren ikon perkembangan dunia fotografi kuliner di kota pahlawan tersebut. “Sekarang banyak orang yang mulai beralih profesi untuk menggeluti dunia fotografi kuliner. Selain karena kuliner di Surabaya sedang melejit, juga memang jumlah fotografer kuliner masih minim, jadi sangat menjanjikan,” ungkap pria lajang tersebut.

Saat ini, dalam sebulan Jie mengaku bisa mendapatkan 6 hingga 10 permintaan sesi foto dari berbagai restoran. “Setiap bulan pasti ada restoran baru yang membutuhkan fotografer untuk motret menu-menu makanannya,” katanya.

Padahal sebelumnya, Jie mengaku banyak orang meremehkan profesi yang digelutinya selama tujuh tahun terakhir tersebut. Bukan hanya teman dekatnya, tapi juga keluarganya bahkan mempertanyakan profesinya tersebut.

“Awalnya mereka sebelah mata dengan profesi saya. Katanya fotografer makanan itu apa?,” kenangnya.

Diceritakan, awal ide menjadi fotografer kuliner ia dapatkan lantaran hobi makan. Saat melakukan wisata kuliner, Jie mengaku aktif motret makanan yang di pesannya. “Awalnya hanya iseng lalu saya unggah di akun blog saya,” katanya.

Saking seringnya unggah foto makanan yang ciamik di akun blog-nya membuat nama Jie melejit di dunia maya. “Saya juga tidak mengira. Melihat animomasyarakat yang tinggi, saya melihat peluang pekerjaan fotografi kuliner,” ujarnya.

Pada awal ia merintis pekerjaannya tersebut, Jie hanya berbekal kamera handphone dengan kapasitas 1,3 pixel. “Foto-foto yang saya upload ternyata disukai beberapa hotel di Surabaya, padahal pakai kamera HP jadul,” terkikik.

Jatuh bangun menggeluti, dunia fotografi kuliner mengandalkan dunia maya, ternyata Jie mampu membuktikan khususnya kepada keluarga bahwa profesinya tersebut memang patut diperhitungkan. “Sekarang malah didukung penuh,” akunya.

Sampai saat ini repitasi Jie W. Kusomo sudah banyak yang mengakui. Banyak restoran Surabaya yang meminta jasa Jie memotret makanannya. Bahkan Jie juga pernah diberi kepercayaan salah satu hotel di Singapura untuk memotret makanan.

Sampai saat ini, ia juga mencatat setidaknya terdapat 12 hotel yang menjadi pelanggannya. “Mulai di dalam kota (Surabaya), luar kota hingga luar negeri. Restoran besar biasanya akan mengambil gambar baru jika memiliki menu makanan baru atau di hari-hari besar,” tuturnya.

Jie mengakui jerih payahnya tersebut tidak terlepas dari gencarnya dirinya mengunggah foto-foto kuliner di akun instagram miliknya. Selain itu dirinya juga secara aktif berbagi pengalaman di akun facebook dan twitter miliknya.

“Ibaratnya, saya dibesarkan oleh google. Karena iklan gratis di dunia maya itu sangat menguntungkan bagi saya,” tambahnya, lalu tertawa. (wh)