Ini Keunggulan UHD TV LG

Ini Keunggulan UHD TV LG
foto: LG Elektronik Indonesia

Sejak memasuki Indonesia dua tahun silam, 4K Ultra HD TV menjadi perangkat yang semakin populer. Sebutan 4K yang merujuk pada resolusi 3840 x 2160 piksel yang membuatnya empat kali lebih tinggi ketimbang Full HD yang 1920 x 1080 piksel menjadi daya tarik utama bersanding dengan sejumlah fitur pintar yang menyertainya. Tak heran bila kemudian jenis ini dikatakan sebagai masa depan TV.

Tak heran pula bila kemudian semakin banyak pabrikan yang menawarkan 4K UHD TV dibanding awal kemunculannya yang hanya disokong beberapa vendor besar dimana LG termasuk sebagai pionirnya. Banyak fitur penyerta yang kemudian dibuat mengemuka untuk menggoda calon pengguna. “Sayangnya, promosi besar pabrikan terhadap berbagai fitur tambahan ini tak jarang justru membuat bingung calon penggunanya,” ujar Terry Putera Santoso, Head of Product Marketing Home Entertainment – PT. LG Electronics Indonesia (LG).

Lepas dari berbagai fitur penyerta, menurut Terry, 4K UHD TV keluaran LG dibuat sebagai hasil rangkaian teknologi utama yang melandaskan keunggulan pada kemampuan memberi kepuasan visual dari hasil reproduksi kaya warna dengan tetap memperhatikan kenyamanan pengguna. Berikut merupakan hal yang menjadikan LG 4K UHD TV layak unggul diantara sejenisnya.

  1. Panel Layar IPS

Fitrahnya sebagai media hiburan melalui tayangan visual membuat layar menjadi hal utama yang menuntut perhatian. Hingga saat ini terdapat dua jenis layar yang digunakan dalam UHD TV, yaitu In-Plane Switching (IPS) dan Vertically Aligned (VA). Keduanya memiliki kesamaan pada kemampuan tiap sub pixels di dalamnya (Red, Green, Blue) untuk menampilkan tingkat kecerahan 8 bit sehingga warna yang dihasilkan lebih akurat.

Pembedanya, layar IPS punya spektrum warna lebih luas ketimbang layar VA. Keluasan spektrum warna ini membuat setiap gambar tertampil dengan variasi warna yang lebih kaya. Karena alasan inilah kalangan pekerja professional yang sangat membutuhkan detail warna dalam pekerjaannya, seperti desainer dan fotografer, lebih memilihnya. “Alasan yang sama pula membuat LG mempercayai teknologi IPS pada panel layar LG 4K UHD TV,” ujar Terry lagi.

Lebih lanjut ia menyatakan, pilihan ini tak cuma soal kekayaan warna. Lebih dari itu,  teknologi layar IPS juga memiliki sudut pandang menonton lebih luas dibanding layar berjenis VA. Layar IPS memiliki sudut pandang hingga 178°. Artinya, meskipun posisi pengguna berada disamping hampir satu garis lurus dengan layar TV, tayangan tetap dapat dinikmati tanpa adanya distorsi warna.

Distorsi dimaksud diantaranya gambar tampak pudar maupun terjadi perbedaan warna bila menyaksikannya dari sudut samping TV. Keluasan sudut pandang menjadi penting demi kenyamanan menyaksikan tayangan dari berbagai sudut berbeda tanpa ada distorsi warna. Keuntungannya, pengguna tak mesti tegang menjaga posisi di depan TV demi mata mendapat tampilan warna terbaik dari tayangan favorit. “Sebagai media hiburan dalam rumah, TV seharusnyalah dapat dinikmati bersama seluruh anggota keluarga. Dengan keluasan sudut pandangnya, layar IPS membuat seluruh anggota keluarga mendapatkan kualitas gambar yang sama meskipun dari sudut yang berbeda,” ujar Terry.

  1. Enam Langkah Upscaling

Canggihnya teknologi 4K UHD TV ini membuatnya berjalan lebih cepat daripada ketersediaan konten pendukungnya. Sementara semakin banyak pabrikan menawarkan TV jenis ini, belum banyak tersedia konten yang memiliki resolusi sebanding dengannya. Namun demikian, hal ini sebenarnya bukan menjadi penghalang.

Menurut Terry, hal ini karena sebenarnya setiap 4K UHD TV dari masing-masing pabrikan yang membesutnya dilengkapi dengan fitur unik bernama Upscaling. Tersirat lugas dalam namanya, fitur ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan resolusi dari sumber asal yang resolusinya lebih rendah menjadi dapat dinikmati dalam nuansa resolusi 4K.

Jamaknya, proses meningkatkan resolusi ini biasanya melewati empat tahapan. Mulai dari menganalisis data, menghaluskan dan mengoptimasi tampilan warna sebelum kemudian meningkatkan resolusinya menjadi 4K. Tak saja keseluruhan proses ini dilakukan cepat, namun juga terus menerus memastikan seluruh rangkaian berkas asal tertayang dalam resolusi tinggi yang diinginkan.

Persoalan timbul ketika mesti melakukan upscaling pada gambar dengan perubahan sangat dinamis. Seperti misalnya ditemui pada film laga. Tak jarang gambar tertayang hasil upscaling tampil dengan pergerakan tak halus dengan beberapa detail adegan tampak kabur (blur).

Mengatasi hal ini, Terry mengatakan, LG 4K UHD TV menambahkan teknologi unik bernama 4K Motion Estimation Motion Compensation (MEMC) dalam proses upscaling. Setelah gambar menjalani empat langkah sama dalam meningkatkan resolusi, LG menambahkan satu langkah lagi untuk memastikan setiap tayangan hadir dengan detail warna yang kaya. Barulah kemudian proses terakhir melewati MEMC yang memperhitungkan pergerakan gambar dan mengkompensasi pewarnaan untuk membuatnya tampil optimal dan bebas dari kemungkinan gambar tampak kabur.

  1. Paling Siap Sebagai TV Masa Depan

Meski lahir dengan resolusi tertinggi di pasaran saat ini, sebenarnya tak lantas menjadikan setiap 4K UHD TV siap untuk menghadapi masa depan. Utamanya terkait dengan kemampuan keterhubungan dengan perangkat lain demi memperluas konten yang dimainkan dan pula menangkap format siaran TV digital yang bakal segera menjadi standar penyiaran di Indonesia. “Lain halnya dengan 4K UHD TV besutan LG yang dipersiapkan benar untuk menyambut era baru TV,” kata Terry.

Soal kesiapan ini, Terry melanjutkan, dapat dilihat dari rangkaian beberapa fitur yang tertanam di dalamnya. Diantaranya kehadiran 4K HDMI. Ketersediaan sambungan ini tak hanya membuatnya mampu memainkan konten dengan resolusi 4K dari sumber lain, namun pula menjalankannya dengan kecepatan 60 frame per second (60fps) dalam bandwith 18GB/s yang sama dengan dua kali di atas kemampuan HDMI 1.4. Kemampuan ini menjadikan 4K HDMI mampu memainkan konten dengan pergerakan dan detail lebih halus.

Ditambah lagi, dalam LG 4K UHD TV terdapat High Efficient Video Codec (HEVC) yang tertanam secara built-in. Keberadaannya membuat TV ini mampu memainkan konten berformat H.265. Merupakan pembaruan dari sebelumnya utamanya pada spektrum warna, format ini menjadi standar codec bagi konten dalam resolusi 4K UHD yang bakal ditemui dari sumber penyiaran maupun konten online.

Yang tak kalah penting, Terry menambahkan, LG 4K UHD TV memiliki yang dibutuhkan untuk menyambut era siaran TV digital di Indonesia. Hal ini karena LG telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung siaran TV berbasis digital di Indonesia. Kelengkapan dimaksud termasuk adanya Digital Video Broadcasting – Terestrial second generation (DVB-T2) yang telah dijadikan standar untuk menangkap siaran TV digital di Indonesia. Untuk memenuhi kelengkapan yang disyaratkan, LG 4K UHD TV juga memiliki kemampuan menerima pancaran pemberitahuan waspada bencana (Early Warning System).

Fakta tak kalah penting yang membuat LG 4K UHD TV kompetitif, Terry menyatakan, tak lepas dari strategi LG yang mempercayakan proses produksinya di Indonesia. Dengan produksi dalam negeri memberi keuntungan pada terbebasnya dari beberapa komponen biaya seperti biaya impor dan transportasi. “Dengan beban biaya keseluruhan lebih rendah, calon pengguna akan mendapatkan harga terbaik dari tiap unit LG 4K UHD TV,” ujar Terry. (wh)