Ini Format Pelatihan PE dan PM Tahun 2020

Ini Format Pelatihan PE dan PM Tahun 2020

foto: arya wiraraja/enciety.co

Komite Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) Surabaya menggelar evaluasi program 2019. Kegiatan tersebut digelar di Kaza City Mall, Minggu (8/12/2019).

Dalam kesempatan itu, dibahas banyak hal yang telah diadakan sepanjang tahun 2019. Di antaranya pelatihan creative industry basic dan intermediate. pelatihan home Industry serta pelatihan culinary business.

Sementara untuk format pelatihan tahun 2020 mendatang, PE dan PM Surabaya akan menambah porsi soft skill. Contohnya, manajemen usaha dan keuangan. Sedangkan untuk pelatihan teknis tetap akan dilaksanakan. Namun akan ditambahkan beberapa tips yang memudahkan pelaku usaha menjual produk yang dipraktikkan.

“Jadi tidak hanya kita ajarkan cara membuat produk saja. Karena banyak dari para pelaku usaha sudah punya produk, namun bingung bagaimana cara memasarkan. Harapannya, tips-tips yang kita berikan ini berguna juga untuk mereka,” ucap Don Rozano, Advisor PE dan PM.

Di sisilain, Kisworo Agung Pambudi, mentor digital marketing, menekankan pentingnya branding dan closing. ” Kita memperkenalkan kesadaran merek dengan tujuan supaya produk kita dikenal pemirsa atau followers. Untuk closing, menawarkan produk di dunia digital dengan tujuan transaksi,” jabarnya.

Kisworo juga menjelaskan terkait monitoring evaluasi seminar digital marketing. Dia menyorot beberapa pelaku usaha yang belum konsisten menjalankan digital marketing.

“Jadi masih ada beberapa pelaku usaha yang belum konsisten membuka dan upload konten di akun media sosial. Baik Facebook Business dan Instagram Business. Pemasaran di dunia digital harus terus dilakukan. Jika tidak, bagaimana orang percaya dengan produk da usaha kita,” ulasnya.

Terkait hadiah Voucer Facebook Ads bagi pemenang PE da PM 2019, Kisworo menegaksan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk memanfaatkannya pelaku usaha harus dapat membuat konten yang menarik di media sosial.

“Intinya, Voucer Facebook Ads ini wajib dimanfaatkan untuk menggembangkan produk serta usaha, bukan untuk yang lain,” papar Kisworo. (wh)