Ini Dokter Indonesia Pertama yang Melakukan Operasi Parkinson

Ini Dokter Indonesia Pertama yang Melakukan Operasi Parkinson
dr Achmad Fahmi, Sp BS. umar alif/enciety.co

Dokter spesialis bedah saraf di National Hospital Surabaya, dr Achmad Fahmi, Sp BS (34), menerima penghargaan dan piagam Museum Rekor Indonesia (MURI) berkat catatan istimewanya dalam bidang kedokteran di Indonesia. Ia mampu menjadi dokter pertama di Indonesia yang melakukan operasi parkinson.

Menurut dr Achmad Fahmi asal Malang tersebut usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh wakil gubernur Jatim Saifullah Yusuf usai menerima dari Paulus Pangka, Ia mengatakan telah melakukan 100 tindakan operasi parkinson, tremor, dan penyakit gerak lainnya yang telah dilakukan sejak 3 April 2013.

“Ini adalah pertama kali di Indonesia terkait operasi parkinson,” kata Fahmi kepada wartawan di National Hospital, Jalan Boulevard Family Selatan Kav 1, Sabtu (11/4/2015).

Metode operasi yang dilakukan adalah stereotik bagi penderita parkinson yakni stereotik brain lession dan pemasangan Deep Brain Stimulation (DBS). Perbedaannya adalah, pada metode DBS, ditanam alat untuk menstimulasi otak, sementara pada brain lession tidak.

Sebanyak 90 persen pasien menggunakan metode (stereotik) brain lession karena biayanya yang lebih murah, Rp 90 juta. Sementara 10 persen menggunakan DBS.

Teknik pembedahan menggunakan alat stereotik memiliki kelebihan yakni meminimalkan luka bedah, hanya 1 cm di kepala, dan dilakukan dengan kondisi pasien sadar penuh. Akurasi alat ini dapat menghindarkan risiko terjadinya manipulasi otak saat operasi berlangsung sehingga lebih aman dibandingkan metode pembedahan konvensional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf mengaku bangga dengan prestasi tersebut. Masyarakat Jawa Timur kini tidak perlu lagi keluar negeri untuk penyakit yang satu ini.

“Rp 5 triliun duit orang Indonesia habis hanya untuk berobat di luar negeri. Dan yang Rp 1 triliun adalah duitnya orang Jatim,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Manajer MURI Paulus Pangka mengaku untuk piagam pertama dengan nomor 6.894 diberikan kepada CEO National Hospital Rudy Surjanto atas rekor rumah sakit pertama di Indonesia yang melakukan operasi parkinson, tremor, dan pemasangan DBS.

Sementara piagam kedua dengan nomor 6.895 diberikan kepada dr. Achmad Fahmi, Sp.BS atas rekor pionir implementasi DBS dan pengembangan stereotactic brain lession untuk parkinson dan movement disorder di Indonesia.

“Ada dua penghargaan MURI yang diserahkan hari ini,” kata Paulus Pangka. (wh)