Ini Dia Tiga Wanita Indonesia Berpengaruh di Asia

Ini Dia Tiga Wanita Indonesia Berpengaruh di Asia

 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustian, Co Founder and CEO Ancora International Veronica Lukito dan ada Wendy Yap, Presiden Direktur dan CEO PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) ditasbihkan majalah Forbes sebagai tiga wanita  pengusaha yang berpengaruh di Asia (Asia Power Businesswomen).

Menurut Forbes, ketiga wanita tersebut mampu  menjadikan perusahaan yang dipimpin  terus berkembang dan menjadi pemain  penting di pasar  global. Ditulis Forbes, Kamis (27/2/2014), Karen telah menjadi pemimpin tertinggi di BUMN produsen minyak tersebut. Dia pun berambisi menjadikan Pertamina sebagai global player.

Di bawah kepemimpinannya, Pertamina mengakuisisi sejumlah blok minyak dan gas (migas) di Algeria dan Irak. Karen juga sudah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi BUMN distributor gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Pada Januari 2014, Pertamina sempat menuai sejumlah protes seiring kebijakannya menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram (kg) sampai 60 persen.

Tahun lalu Karen juga sempat dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan penyuapan yang melibatkan anggota parlemen. Dia mengakui telah diminta untuk membayar suap, tapi membantah melakukan pembayaran.

eronica Lukito (42). Wanita berusia 42 tahun ini telah membuat Ancora menjadi salah satu private equity terkemuka di Indonesia. Dia mendirikan Ancora bersama mantan Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan pada 2007. Gita sendiri saat ini mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan pada Juli 2014.

Ancora telah menginvestasikan lebih dari USD400 juta pada sumber daya alam dan sektor konsumen, serta mengembangkan portofolio yang meliputi perkebunan kelapa sawit, rumah sakit, dan eceran.

Sedang Wendy Yap (58) dinilai sukses menjadikan perusahaan tersebut sebagai produsen roti yang paling cepat berkembang, terlebih setelah perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia juga menjalan bisnis ayahnya yang merupakan mantan eksekutif, sekaligus salah satu pendiri Grup Salim, Piet Yap. (ram)