Ini Dia Makhluk Aneh Setengah Rubah di Pakistan

 

Ini Dia Makhluk Aneh Setengah Rubah di Pakistan

Pernah mendengar manusia setengah binatang? Atau makhluk aneh berkaki empat dan dapat berbicara? Jika tak percaya, cobalah berkunjung ke kebun binatang di Karachi, Pakistan. Jangan kaget bila di salah satu kandang terdapat manusia jadi-jadian, berkerudung, namun berbadan rubah.

Namanya Mumtaz Begum. Mahluk ini sangat terkenal di Pakistan. Penamaan Mumtaz berdasarkan mitos yang beredar secara turun temurun dan telah menjadi daya tarik bagi kebun binatang ini selama beberapa generasi.

Mumtaz ditempatkan di samping kandang gajah dan rusa. Letaknya tersembunyi di balik paviliun yang juga di kurung dan dibatasi oleh jeruji besi yang dihias. Mumtaz bak tak pernah tidur. Ia tampak tertidur sambil kepalanya tetap terjaga.

Mumtaz adalah mahluk aneh yang mempunyai kecerdasan dan kepandaian dalam meramal. Setiap hari, orang-orang datang untuk sekedar berbicara dengannya, sambil merasakan kebahagiaan setelah melakukan perbincangan tersebut.

“Orang-orang yang berkunjung ke sini pergi dengan bahagia. Saya senang bisa membuat mereka bahagia. Ada ikatan cinta antara saya dan mereka. Hidup itu singkat jadi harus dihabiskan dengan menebar senyuman,” tutur sang Mumtaz.

Pengunjung yang berbicara dengan Mumtaz ini bukan hanya dari kalangan anak kecil saja, tetapi mereka yang dewasa pun membuat percakapan dengan mahluk ini seperti meminta jodoh dan kapan mereka menikah, bahkan ibu hamil terkadang datang untuk menanyakan nasib anaknya kelak.

Murad Ali (33) adalah orang di balik Mumtaz. Ia berdandan menggunakan gaun sebagai wanita dengan tubuh rubah dan masuk ke dalam karakter hingga 12 jam sehari. Ia mewarisi peran Mumtaz Begum ini dari ayahnya yang meninggal 16 tahun yang lalu.

Mohammad Fahim Khan, direktur kebun binatang Karachi, mengatakan Mumtaz menjadi pertunjukan reguler setelah beberapa orang dari sirkus menawarkan untuk menaikkan jumlah kunjungan di sana 40 tahun yang lalu. Karakternya selalu dimainkan oleh laki-laki, karena laki-laki dipandang mampu merespon lebih baik jika ada pengunjung yang mengganggunya.

“Pemeran yang mengenakan kerudung dan menjadi Mumtaz dipilih berdasarkan bakat mereka, terutama berapa banyak bahasa daerah yang mereka kuasai. Juga seberapa baik mereka dapat bertingkah polah,” ujarnya seperti dikutip DailyMail.

Perempuan dan anak-anak, lanjut Khan, sangat tertarik dengan karakter ini. “Mereka datang ke sini, menonton, dan berbicara dengannya. Ini adalah sebuah seni. Dia seperti seorang aktor yang memainkan peran ini dan menghibur orang-orang,” ujar Khan.

Anda ingin menonton Mumta? Harga tiketnya lebih murah daripada ke Kebun Binatang Surabaya, lo. Cukup merogoh kocek sebesar Rs10 atau senilai Rp 1.200. (wh)