Ini Dia 10 Penyakit Tertinggi Akibat Pengaruh Gaya Hidup

Ini Dia 10 Penyakit Tertinggi Akibat Pengaruh Gaya Hidup
Kasie Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Surabaya dr Ponco Nugroho bersama Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (4/12/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Ada 10 penyakit yang tertinggi menyerang masyarakat Surabaya hingga November tahun ini. Penyakit itu adalah Infeksi Saluran Penyaluran Atas (ISPA), infeksi usus, sistem otot dan jaringan pengikat, kulit, rongga mulut, tekanan darah tinggi, infeksi mata, telinga, dan virus (hepatitis).

“Penyakit infeksi lebih banyak menyerang penderita diakibatkan kurang bersihnya menjaga lingkungan. Selain itu, pengaruh dari gaya hidup yang modern kini mengubah pola pikir masyarakat,” ungkap dr Ponco Nugroho, Kasie Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Surabaya dalama acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (4/12/2015).

Dikatakan, Dinas Kesehatan Surabaya aktif memberikan penyuluhan pentingnya jaga kesehatan. “Penentunya dari masyarakat sendiri. Contoh buang sampah sembarangan, tidak banyak warga cuci tangan sebelum makan,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Surabaya telah melakukan kerjasama dengan dinas lainnya. Seperti dengan dinas PU untuk bangun jamban, dengan dinas DKP untuk jaga kebersihan sungai. “Kami tidak bergerak sendiri. Kami juga menunggu respons dari masyarakat karena problem kesehatan masalah bersama,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Surabaya sekarang menyasar sasaran anak muda untuk menjaga kesehatan. Diketahui kini banyak remaja terpengaruh karena banyak iklan yang membuat remaja tidak bisa memfilter seperti rokok dan makanan tidak sehat.

Hal senada disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.  Menurut dia, gaya hidup modern membawa dampak serius pada pola hidup masyarakat. Pasalnya, saat ini banyak orang mengonsumsi makanan, tapi kurang memperhatikan kesehatannya.

“Kini penyakit yang ada hubungan dengan lifestyle atau gaya hidup manusia. Urip tambah sugih, tapi gaya hidup gak naik kelas. Dulu, gak ada obesitas, kini banyak ditemukan anak muda terserang ini,” ujar Kresnayana Yahya.

Kata dia, era tahun 1980an, hampir dikatakan tidak ada penyakit yang menyerang warga kota Surabaya terutama kaum mudanya. Namun kini, anak muda sekarang yang berumur 20 tahun sudah ada mengidap penyakit. Mulai obesitas yang tinggi hingga jantung.

Dosen statistika ITS Surabaya itu lalu menegaskan, jangan sampai karena kesehatan, ekonomi masyarakat turun lantaran banyak berobat. Panduan sehat adalah mengonsumsi makanan dengan diimbangi olahraga. Masyarakat juga harus paham penyakit bukan dari bakteri, tapi juga dari gaya hidup. Mulai rokok, miras, dan makanan pedas yang kini booming.

Kresnayana melanjutkan, fungsi pemerintah juga berkewajiban untuk hadir ke masyarakat. Melalui dinas kesehatan, Pemkot Surabaya mulai bisa berikan penyuluhan dan screening.

“Contohnya penyuluhan bila jalan di mal, ya jangan naik lift atau excalator, tapi harus terus jalan. Kini, anak muda hanya kongkow dan malas jalan sewaktu di pusat belanja,” tegasnya.(wh)