Ini Cara UK Petra Surabaya Hadapi MEA

Ini Cara UK Petra Surabaya Hadapi MEA

Tidak hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang getol dalam mengampanyekan kesiapan warga menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah perguruan tinggi pun menyiapkan jurus untuk mengajarkan mahasiswanya agar lebih inovatif. Satu di antaranya adalah Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya yang membranding mahasiswanya dengan membuat Continuing Education Centre (CEC).

Program ini sendiri ditujukan bagi mahasiswa untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis komunitas yang terorganisir dalam kurikulim pembelajaran UKP Surabaya. Selama dua hari mereka merencanakan membuat seminar dan talkshow bertajuk Build Courage Through Literacy di Auditorium UKP Surabaya.

“Kegiatan ini kami selenggerakan sebagai Grand Launching komunitas baru yaitu Young Entrepreneurs Community (YEC) dan Investor Community (IC) bentukan CEC. YEC sendiri merupakan komunitas yang memberikan support pada anggotanya untuk berani membangun sekaligus menjalankan usahanya berdasarkan situasi nyata yang terjadi lapangan. Hasilnya seorang wirausaha yang visioner,” ungkap Pwee Leng, selaku Kepala Pusat Program Pendidikan Berkelanjutan UKP Surabaya, Kamis (22/1/2015).

Sedangkan program IC sendiri ditambahkan oleh Pwee Leng adalah sebuah komunitas yang menghantarkan seseorang untuk “melek” investasi berbekal literasi yang benar. Hasilnya adalah seorang investor yang smart. “Seminar ini akan dilaksanakan pada Jumat (23/1/2015),” bebernya.

Dalam seminar tersebut para mahasiswa akan diajari oleh wirausahawan dari berbagai bidang. Di antaranya bidang usaha perikanan, bisnis online, boutique dan masih banyak lagi lainnya. Dalam dua hari, seminar ini dibagi dalam beberapa sesi dengan menghadirkan pembicara UK Petra yang berkompeten di bidangnya. Dibuka dengan topik Technopreneurship yang dibawakan oleh Prof. Rolly Intan, selaku Rektor UK Petra, dilanjutkan dengan Business Model oleh Drs. Devie, selaku dosen Program Akuntansi Bisnis UK Petra.

“Dalam seminar tersebut akan dijelaskan konsep–konsep baru mengenai entrepreneurship sekaligus bagaimana caranya mendesain sebuah bisnis. Ini diperlukan sebab mendesain bisnis ini tidak hanya berbicara mengenai ide saja akan tetapi dibutuhkan tekad dan strategi bisnis, baru kemudian melangkah ke arah managemennya,” urainya. (wh)