Ini Cara Range Rover Siasati Kenaikan PPnBM

 

Ini Cara Range Rover Siasati Kenaikan PPnBM

Produsen  mobil premium, Range Rover punya cara  tersendiri guna menyiasati kenaikan  Pajak Pertmabhan Nilai Barang Mewah (PPnBM).  Kenaikan itu direspons dengan mengeluarkan produk baru, yakni Range Rover V6,3.0.   Produk ini hanya berselang hitungan bulan dengan V8, 5.0 liter.

“Peluncuran V6, 3.0 liter merupakan bentuk respon kami atas kenaikan PPnBM,” kata Chief Operating Officer PT. Grandauto Dinamika (GAD) selaku distributor resmi Jaguar Land Rover (JLR), Lisa Wijaya, di Sunter, Jumat (6/6/2014).

Pasalnya, penjualan Range Rover V8, 5.0 liter mengalami penurunan lebih dari 50 persen sejak pemerintah menetapkan kenaikan PPnBM. Lisa mengaku, banyak calon konsumen yang menunda dan membatalkan pembelian SUV tersebut, yang setelah kena imbas seharga Rp4,9 miliar.

“Setelah kenaikan, V8 menjadi Rp4,9 miliar. Sementara itu, Range Rover V6 3.0 liter yang baru diluncurkan dijual dengan harga sekitar Rp3,5 miliar,” imbuh Lisa.

Pada kesempatan yang sama, Product Planning and Inventory Manager PT GAD, Rampai Surya Budhi, mengungkapkan bahwa varian 3.0 liter memang khusus didesain untuk daerah Asia Pasifik.

“Range Rover 3.0 liter dibuat khusus untuk pasar Asia Pasifik, dan tidak dijual di UK (Inggris),” jelasnya yang ditemui usai peluncuran.

Lataran spesifikasi yang dibuat untuk pasar Asia tersebut, Rampai yakin, bahwa SUV asal Inggris tersebut akan cocok dengan kondisi alam Indonesia. “Di UK V8, 5.0 dipakai di highway (tol), sementara kalau di Indonesia kapasitas tadi sangat tidak efisien,” tutupnya. (bns/ram)