Ini Cara Pegadaian Menyasar Kaum Milenial

Ini Cara Pegadaian Menyasar Kaum Milenial

Suhardi dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Sejak 2018 lalu, PT Pegadaian mulai berbenah diri.  Hal ini dikarenakan perubahan pola perilaku pembiayaan yang saat ini sangat dipengaruhi anak muda atau kaum millenial.

“Pola pembiayaan dengan model gadai tradisional mulai menurun,” kata Suhardi, Asisten Manager Mikro Pegadaian Area Surabaya I, dalam acara Perspekctive Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (1/10/2019). Acara ini dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.

Untuk menyikapi kebutuhan masyarakat, sambung dia, program utama yang sampai saat ini dijalankan pegadaian adalah program kredit cepat aman dengan mekanisme barang agunan.

Suhardi menyebut jika saat ini barang yang dijadikan jaminan 90 persen perhiasan. Dengan rata-rata jangka jatuh tempo yang diambil empat bulan. Mekanisme swamodal dengan bunga per 15 hari senilai 1 persen.

Untuk program utama, sambungnya, pihaknya menyasar anak muda atau kaum millenial. Di antaranya dengan meluncurkan program kredit cepat aman prima. Program pembiayaan ini dikhususkan untuk pelajar dan mahasiswa. Dengan bunga 0 persen, lewat mekanisme pinjaman dengan nilai pinjaman maksimal Rp 500 ribu.

“Nah, kenapa nilainya sangat kecil, ya karena pertimbangannya mereka ini butuh uang cepat untuk beli buku, untuk uang pulang mudik dengan jumlah uang yang terhitung sedikit. Itulah pertimbangannya,” ujarnya.

Suhadi juga menjelaskan target pembiayaan di 2019. Ia menyebut, total budget laba yang ditargetkan Rp 5,17 triliun. “Kami optimistis target itu terpenuhi. Terhitung hingga akhir 2019 ini, kami mengejar ketertinggalan Rp 13 miliar hingga akhir Desember 2019,” ungkap dia.

Untuk diketahui, mulai 2013, Pegadaian telah bertransformasi. Kini Pegadaian menyasar semua sekmen pasar, mulai dari pasar anak muda hingga pasar dewasa dan orang tua, di atas 40 tahun. Dulu, mitra pegadaian kebanyakan berusia di atas 30 tahun ke atas. Untuk menunjukkan bukti keseriusannya menyasar pasar yang lebih muda, pegadaian kini mengganti logo hijau dan putih menjadi black (hitam) dan gold (emas).

“Kami berharap, dengan begini, masyarakat yang datang ke pegadaian tidak malu lagi. Karena kami ingin masyarakat berpikir jika pegadaian sebagai mitra pembiayaan, bukan tempat untuk berutang. Mindset inilah yang ingin kita sampaikan ke masyarakat,” paparnya. (wh)