Ini Cara Mengantisipasi Berbagai Penyakit Musim Pancaroba

Ini Cara Mengantisipasi Berbagai Penyakit Musim Pancaroba
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya bersama Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita, dan Kepala Puskesmas Jagir Peny dalam diskusi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (21/11/2014).

Memasuki musim pancaroba masyarakat diharapkan agar peduli dengan lingkungan dan mengubah perilaku menjadi peduli dengan pola hidup sehat.  Ini karena jaminan kesehatan hanya akan menjadi beban inflasi jika pola pikir masyarakat belum sadar akan pentingnya kesehatan.

“Gebrakan di bidang lingkungan yang dilakukan Pemkot Surabaya punya dampak yang konstruktif terhadap masalah kesehatan. Indikator sederhananya, inflasi bisa ditekan karena anggaran untuk kesehatan tidak banyak. Terlebih sistem kesehatan sudah dikendalikan melalui sistem jaminan kesehatan nasional,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya saat mengisi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (21/11/2014).

Selain itu, masyarakat harus berpikir bahwa kesehatan tidak memerlukan pengeluaran uang. Artinya masyarakat harus disadarkan untuk ikut asuransi kesehatan. Ini Agar biaya pengobatan bisa ditanggung bersama-sama.

Jika pembentukan pola pikir ini terbentuk maka pengeluaran masyarakat akan semakin kecil dan berdampak pada kesehjateraan. Kemudian produktifitas masyarakat kian meningkat serta masyarakat lebih peduli dengan kesehatan masing-masing.

“Ini yang akan jadi tantangan kita. Saya berharap pergantian musim ini tidak sampai ada banjir parah sekali. Kan sekarang juga banyak komunitas yang peduli lingkungan dan sampah. Ini adalah salah satu bentuk pergeseran life style masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan musim pancaroba ini ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai. Untuk itu, pihaknya mengaku menggandeng seluruh camat, kelurahan, hingga ibu-ibu PKK untuk terlibat untuk menjaga kesehatan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah.

“Kan di Surabaya ada banyak LSM, mahasiswa, dan masyarakat kami berdayakan untuk peduli dengan lingkungan masing-masing. Kegiatan ini cukup efektif dan dapat menekan jumlah penyakit,” bebernya. (wh)