Ini Atas Kebingungan Pelaku Usaha Pemula

Ini Atas Kebingungan Pelaku Usaha Pemula

Ini Atas Kebingungan Pelaku Usaha Pemula

Membantu mengarahkan para pelaku usaha yang baru merintis usahanya sangat perlu dilakukan. Karena, ketika seseorag memulai usaha, kebanyakan diantara mereka masih bingung untuk menentukan produk unggulan yang dijual. Hal tersebut disampaikan oleh Ninik Made Mentor Pelatihan Dasar Pahlawan Ekonomi, Minggu (26/3/2017).

Kata dia, untuk itu, mulai tahun ini Pahlawan Ekonomi Surabaya berniat membantu para pelaku usaha pemula dengan menggelar pelatihan kelas dasar yang diadakan saban minggu di Kaza City. Untuk itu, pada pertemuan kali ini, sambung Ninik, tema pelatihan yang diangkat adalah Membuat Kalung Manik-Manik.

“Selain cara membuatnya yang tidak terlampau sulit, saat ini produk kalung manik-manik ini sangat digemari dikalangan anak muda Kota Surabaya,” kupas Ninik.

Untuk membuatnya, para pelaku usaha hanya membutuhkan bahan-bahan dasar yang sangat mudah untuk ditemukan. Diantaranya, manik-manik warna-warni yang berasal dari bahan dasar limbah kayu, tali, lem perekat, gunting dan lain sebagainya.

“Dalam proses pembuatannya, para pelaku usaha harus memiliki ketekunan dan ketelatenan. Selain itu, dibutuhkan pula ketelitian untuk membuat simpul-simpul penghubung antara manik-manik yang telah dirangkai,” urai dia detail.

Dalam kesempatan yang sama, Titut Abi Kusno, yang juga merupakan Mentor Pelatihan Dasar Pahlawan Ekonomi menambahkan, bahwa dalam membuat simpul pada kalung manik-manik, pertama, para pelaku usaha harus dapat mempraktikkan teknik membuat simpul Clove Hitch atau Simpul Pangkal.

“Lantas, untuk mengunci manik-manik yang telah dirangkai dan dihubungkan pada tali, dapat digunakan Simpul Sheet Bend atau simpul anyam,” tambah Titut.

Kata Titut, untuk menghasilkan kalung manik-manik yang apik, para pelaku usaha juga harus mampu memadupadankan warna-warna manik-manik yang dipergunakan. “Karena, jika kita salah dalam memadupadankan warna manik-manik, maka kalung yang kita hasilkan tidak akan sedap dilihat,” kupas dia lagi.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan saat merangkai manik-manik adalah kerapian. Kata dia, para pelaku usaha harus bisa mengukur jarak dan kepadatan manik-manik yang dirangkai. “Jika kalung manik-manik yang dihasilak tidak padat dan kurang rapi, maka kalung manik-manik hasil karya kita harganya bakal turun dipasaran,” tegas Titut.

Perlu diketahui, dipasaran, produk kalung manik-manik dapat dijual dengan harga Rp 5 ribu perbuah. Namun jika produk tersebut telah masuk di Mal-Mal ternama yang ada di Kota Surabaya, harganya bakal naik hingga berlipat-lipat, yakni sekitar Rp 15-25 ribu per buah. (ram)