Ini 5 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

Ini 5 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

Chairperson Enciety Busines Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016). Foto:arya wiraraja/enciety.co

Pakar Statistik Kresnayana Yahya mengungkapkan, sebagai kota perdagangan di Indonesia bagian timur, Surabaya memiliki beberapa komponen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Yakni, sektor perdagangan besar dan eceran. Kemudian sektor industri pengolahan, sektor konsumsi dan akomodasi. komponen sektor otomotif, dalam hal reparasi motor dan mobil.

“Selain itu, dalam sektor konstruksi dan sektor informasi komunikasi,” ulas dia Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016).

Chairperson Enciety Busines Consult itu menegaskan, ada sekitar 77 persen pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya dipengaruhi beberapa komponen sektor yang ada dalam sektor konsumsi masyarakat. Contohnya, sektor perdagangan besar dan eceran, Enciety Busines Consult (EBC) mencatat ada sekitar Rp 28 triliun dari Rp 107 triliun.

Untuk sektor industri pengolahan dalam triwulan 1 menghasilkan Rp 20 triliun. “Dalam sektor konsumsi dan akomodasi kita menghasilkan Rp 16 triliun,” terang Kresnayana.

Kresnayana menjelaskan, ada hal yang menarik dari sumber-sumber pertumbuhan perekonomian di Surabaya. Faktor-faktor stimulus tersebut di antaranya, pengadaan listrik dan gas sekitar 9 persen. Selain  itu, untuk jasa transportasi 8 persen, lalu ada jasa keuangan 7,8 persen, jasa kesehatan sosial 7 persen. Sedangkan untuk bidang infokom mencapai 7 persen.

Beberapa sektor yang ditangani pihak swasta ternyata dapat tumbuh lebih cepat dibanding sektor-sektor lain. Selama 4 bulan ke depan pembangunan infrastruktur yang digagas Pemerintah saat ini dapat menjadi stimulus yang bagus dalam membangun perekonomian.

“Dalam kurun waktu triwulan keempat mendatang, perekonomian kita dapat tumbuh lebih cepat dan lebih baik ketimbang sekarang. Ketika hal tersebut terjadi, diharapkan kitalah yang paling siap untuk menghadapi perubahan positif perekonomian,” tandas Kresnayana. (wh)