Ini 11 Mentor yang Membimbing Entrepreneur Muda Surabaya

Ini 11 Mentor yang Membimbing Entrepreneur Muda Surabaya
Peserta Start Surabaya mengikuti masa inkubasi di Spazio, Surabaya. avut hidayat/enciety.co

Di balik kehebatan 45 peserta Start Surabaya yang berada di dalam masa inkubasi, ternyata tak banyak yang tahu siapa yang berada di belakang panggung memberi bimbingan dan motivasi untuk jadi entrepreneur muda. Para mentor inilah yang menjadi kiblat para anak muda Surabaya untuk selalu berpikir kreatif.

Dalam masa pengglembangan selama tiga bulan tersebut, 11 mentor disiapkan secara khusus untuk membantu para peserta Start Surabaya untuk menuangkan ide-ide mereka melalui karya. Bahkan untuk menekankan kualitas karya dalam masa inkubasi, Start Surabaya telah menyiapkan tiga bidang profesi berbeda. Di antaranya, mentor desain yang diisi oleh maestro desain grafis yang kondang berskala nasional. Kemudian mentor technical dan mentor bisnis yang siap memberi cakrawala tentang peluang bisnis di era kemajuan teknologi informasi saat ini.

Lalu, siapa saja 11 mentor yang berada di balik layar menggawangi para peserta Start Surabaya itu? Mereka di antaranya Adi Satria, dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya. Pria yang karib disapa Adi ini memiliki segudang karya yang tidak diragukan lagi.

“Saya memang suka dengan dunia animasi dan desain sejak kecil. Khususnya animasi perfilman. Bahkan itu sampai ke bawah mimpi. Mimpinya aneh banget, waktu itu saya hidup dalam film noir, hitam dan putih. Kontras tinggi, saturasi rendah dan juga penuh dengan misteri,” kesannya tentang dunia desain, Senin (9/2/2015).

Di bidang desain, Eka Pramudita Muharram juga turut andil menjadi salah satu mentor di Start Surabaya. Pria yang memiliki skill di bidang game art, character design, illustration, environment design, animation, dan game design ini merupakan salah satu pengurus komunitas Game Developer Arek Suroboyo (GADAS).

“Saat ini, saya menjadi Creative & Art Director Elven Games dan saat ini sedang mendirikan sebuah studio game yang diberi nama Mojiken. Dunia saya sejak dulu dikelilingi dengan game. Bahkan saat buang air besar pun saya main game,” akunya dengan menggelikan.

Sementara untuk peramu peserta Start Surabaya di bidang technical, ada David Boy Tonara dari Universitas Ciputra. Salah seorang dosen di Universitas Ciputra yang dekat dengan mahasiswanya ini adalah jebolan IT.

Pria perlente ini pernah bekerja sebagai senior software developer sebelum menjadi dosen hingga sekarang. Selain hobi berburu tiket perjalanan murah, David ini juga mahir programming dan analisis data. Dan keahliannya ini yang membuat para peserta Start Surabaya kian tertangtang untuk belajar lebih banyak kepadanya.

Selain itu, para mentor lain juga ada dari dosen di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), Indra Maryati. Sebagai programmer, ia pernah membuat aplikasi Android untuk bemo di Surabaya. Ia juga menjabat sebagai Google Developer Group Co-Manager Surabaya sejak tahun 2012.

Lainnya, ada Agus Budi Raharjo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Johannes Candra dari Eikon Technology. Mereka berdua mempunya latar belakang yang berbeda namun sama-sama jebolan S2 di universitas dalam dan luar negeri.

Di sektor bisnis, para Start Surabaya juga digembleng untuk mahir menjadi pebisnis muda yang hebat seperti Mark Zuckerberg. Di antaranya Wicak Hidayat dari Kompas.com, Jiewa Vieri dari Inijie.com, Ayos Purwoaji dari Ayorek, dan Budi Tandiono dari Plastic Culture.

Yang paling mengesankan yakni terlibatnya artis, Dennis Adhiswara yang sekaligus sebagai Brand Ambassador YouTube Indonesia. Di Start Surabaya Dennis membagi banyak trik tentang bisnis di era banjirnya teknologi informasi. Pendiri Layaria ini saat ini sedang konsentrasi untuk membangun industri perfilman dengan konten online.

Dennis yang sempat mencicipi bekerja sebagai satpam ini punya mimpi untuk membangun perusahaan hiburan dan media yang bisa memberikan value positif terhadap khalayak luas. Caranya dengan memberi kesempatan talent untuk membuktikan diri dengan mudah di sarana media online. (wh)