Ini 10 Acara TV Terbaik Sepanjang 2015

Ini 10 Acara TV Terbaik Sepanjang 2015
ilustrasi: bestvpnserver.com

Meninggalkan tahun 2015, banyak sekali kejadian yang  bisa dirangkum. Termasuk dalam acara televisi.  Berikut rangkuman 10 acara  TV yang  dinilai terbaik sepanjang 2015.

  1. Wolf Hall

Ini adalah drama televisi terbaik tahun ini, dan mungkin salah satu yang terbaik yang pernah dibuat oleh BBC – benar-benar sebagus itu. Bersumber dari dua novel Hilary Mantel, Wolf Hall dan Bring Up the Bodies, pemirsa dibawa ke dunia intrik di era Tudor. Fokusnya bukan hanya pada Raja Henry VIII atau ratu-ratunya yang tidak beruntung, tapi juga pemimpin menterinya, Thomas Cromwell. Dan Mark Rylance memberi penampilan yang seimbang dan cerdas yang menunjukkan setiap ketakutan dan kesakitan yang dirasakan. Rylance dibantu oleh Damian Lewis sebagai raja tiran tersebut dan Claire Foy sebagai Anne Boleyn. Perceraian pertama monarki dan pernikahannya yang fatal pada Anne adalah kisah yang sering didengar, tapi pencapaian sebenarnya adalah drama sejarah yang banyak diketahui ini punya ketegangan dramatis, menggabungkan yang personal dan publik dari para protagonisnya dengan kemampuan bagus. Sebuah pencapaian besar.

  1. Mad Men

Penggemar Mad Men harus mengucapkan selamat tinggal pada Don Draper yang diperankan Jon Hamm, dan akhir serial ini memungkinkan perpisahan itu terjadi dengan baik. Pembuat seri ini, Matthew Weiner, mengatakan bahwa dia ingin semua karakternya sedikit bahagia di akhir serial ini dibanding di awalnya, dan dia memenuhi janji tersebut. Tapi tak semuanya mendapat akhir bahagia. Mantan istri Don, Betty (January Jones) didiagnosa dengan kanker paru-paru, dan setelah beberapa episode melakukan pencarian, mantan suaminya, seorang jenius di bidang periklanan bisa mendapat kedamaian dengan dunia di sebuah pusat yoga. Apakah karakter tersebut kemudian “menciptakan” iklan Coca-Cola yang terkenal di 1971 seperti kesimpulan banyak orang? Tak jelas, namun penggemar bisa mengingat momen akhir tersebut dengan refleksi dan pikiran mereka sendiri. Betul, adegannya terlalu norak, tapi begitulah iklan, dan Don adalah seorang eksekutif periklanan.

  1. Poldark

BBC Drama punya beberapa drama seri kostum yang bagus dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari Pride and Prejudice sampai Middlemarch, dari Our Mutual Friend dan Cranford. Tapi belum pernah membuat ulang dan menciptakan kisah sendiri dengan semangat dan kemampuan seperti serial ini. Kembali ke sumber teks yang mengagumkan, kisah Winston Graham di Cornwall abad 18, serial ini mencengangkan tapi juga menjadikan aktor utamanya, Aidan Turner sebagai Ross Poldark, menjadi bintang. Ya, dia melepas bajunya dan diterima dengan senang oleh jutaan pengagum, tapi dia juga bisa berakting.

  1. Better Call Saul

Bagaimana mengikuti kesuksesan Breaking Bad, sebuah drama yang brilian, jika Anda tak bisa kembali ke sana? Pembuat serial Vince Gilligan kembali ke salah satu karakternya yang paling unik, Saul Goodman yang diperankan Bob Odenkirk. Serial ini mengikuti si pengacara licik itu sebelum bertemu Walter White. Harapannya tinggi buat serial ini, namun ini adalah cara mengubah seseorang yang memberikan momen-momen ringan dari serial Breaking Bad yang karakternya sudah terbentuk sempurna. Dengan bantuan penampilan yang sempurna, serial ini adalah perjalanan yang menarik ke dunia sebelum Breaking Bad bagi penggemar serial tersebut, tapi juga bisa ditonton mandiri. Dan ini benar-benar lucu – serius, ini lucu.

  1. Catastrophe

Sharon Horgan dan Rob Delaney adalah sepasang kekasih yang hubungan semalamnya berujung pada kehamilan tak direncanakan. Pasangan ini memiliki dinamika yang mengagumkan, digabung dengan dialog yang lucu, kasar, dan tajam yang membuat komedi ini berhasil. Dan musim keduanya – yang nadanya lebih gelap – mungkin malah lebih baik dari musim pertama. Kemungkinan yang realistis dari ketegangan dan pertengkaran membuat serial ini komedi yang paling banyak dipuji di televisi Inggris tahun ini.

  1. Fargo

Kunjungan berdarah kedua ke daerah beku di Midwest Amerika membawa kita ke 1979, di tengah drama yang penuh dengan kekejaman berhati dingin dan kekacauan. Jika musim kedua True Detective sengaja berubah dari musim pertamanya yang sukses, produser Fargo Noah Hawley justru melanjutkan dari musim pertama, menghasilkan naratif yang penuh moral, ketat, dan kadang lucu. Serial ini berfokus pada tukang daging berpikiran sederhana, Ed Blomquist yang diperankan Jesse Plemons dan pertikaian mematikan antara berbagai kelompok gangster. Namun ada beberapa penampilan menonjol, seperti Ted Danson menjadi polisi tua yang ramah dan Jean Smart sebagai matriark Floyd yang menakutkan. Musim ketiga seri ini sedang disiapkan.

  1. Game of Thrones

Epos seks dan pedang yang menghibur dari HBO ini berlanjut ke musim kelima, dan kini menjadi hidup sendiri, lepas dari teks sumbernya (karena serial tersebut sudah melampaui cerita yang ditulis oleh penulis George RR Martin). Namun drama ini tetap berani dan percaya diri dan menyita perhatian jutaan orang di dunia. Penuh dengan adegan kematian yang kejam dan adegan telanjang, namun juga memiliki kecerdasan dramatis yang mengubah persepsi orang tentang drama fantasi. Berkelas dan membuat kecanduan.

  1. House of Cards

Intrik yang membawa Frank Underwood yang diperankan oleh Kevin Spacey naik dalam ambisi Machiavellian menjadi orang paling berkuasa di dunia menggugah penonton dalam dua musim sebelumnya. Dan sekarang, setelah Underwood menjadi presiden AS, apakah drama ini terancam kehilangan daya tariknya? Dengan Spacey sebagai aktor utama, tidak. Musim ketiga serial ini tidak mengecewakan saat menunjukkan bagaimana Underwood mencengkeram kekuasaannya, iblis dengan tangan kotor di kemudi Amerika. Ini adalah televise untuk orang dewasa – kuat, bernuansa, dan berkelindan. Butuh perhatian dan memberi balasan buat Anda yang memberikan perhatian itu.

  1. The Bridge

Drama kriminal Skandinavia yang muram, The Bridge, selamat dari hilangnya salah satu karakter utama dengan sangat baik pada musim ketiganya. Setelah perginya aktor Kim Bodnia (yang tak setuju dengan arahan pembuat serial, Hans Rosenfeldt, akan karakternya, Martin Rohde), Sofia Helin hanya sendiri sebagai Saga Noren, seorang detektif dengan kondisi Asperger’s. Namun kesulitan kreatif pun menjadi kesempatan dramatis yang mengujinya dalam drama penuh dengan ketegangan dan intrik. (Dia pun mendapat partner baru). Drama Skandinavia seperti The Killing dan Borgen seringnya hanya mendapat tiga musim, jadi ini mungkin adalah musim terakhir buat Saga. Namun para penggemar pastinya akan menuntut musim keempat.

  1. The Legacy

Seri pertama dari acara Denmark ini adalah saga keluarga yang besar tapi tetap intim. Secara brilian, serial ini mengurai pertikaian antar-saudara setelah sosok matriark meninggalkan rumah keluarga pada anak perempuan yang dulu dia berikan untuk adopsi saat masih bayi. Semuanya hampir terselesaikan pada akhir seri pertama, maka sulit untuk mengulang efek dan nuansa yang sama untuk kedua kalinya. Namun serial ini bisa melakukannya – dan saudara yang saling bertikai pun menemukan konflik baru dan gairah di tengah dinginnya pedesaan Denmark. (bbc)