Ingin Mudik Lancar? Ini yang Harus Dipersiapkan

 

Ingin Mudik Lancar? Ini yang Harus Dipersiapkan

Lakukan persiapan dan rencana mudik dengan matang menjadi faktor penentu kelancaran mudik pada Lebaran 2014 ini. Selain kelancaran, perencanaan ini juga akan mampu menekan risiko kecelakaan.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, persiapan mudik atau pulang kampung untuk berlebaran harus ditata agar tidak dadakan. Selain itu, ia berharap agar para pemudik membawa barang seperlunya saja dan jangan membawa perhiasan berlebih.

“Yang terpenting adalah pemudik harus menjaga kondisi kesehatannya harus baik jangan sampai merepotkan yang lain,” tegasnya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (4/7/2014).

Menurut dia, dari tahun ke tahun penyelenggaraan mudik untuk masyarakat lebih baik. Namun yang dianggap kurang baik adalah perilaku pengguna motor yang ugal-ugalan.

“Fasilitas jalan kan tidak bertambah namun jumlah kendaraan bertambah. Lah kalau mereka ugal-ugalan pasti berimbas merugikan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Staf Khusus Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur Sumarsono mengatakan, untuk transportasi mudik benar-benar telah dipersiapkan pihaknya. Dirinya menghimbau agar masyarakat yang membawa barang-barang yang besar sebaiknya memakai jasa lewat kereta api. “Jangan memakai truk. Bila tidak ada koordinasi maka bisa geger,” kata Sumarsono.

Kata dia, kondisi jalan untuk menyambut pemudik sudah cukup baik di daerah-daerah. Kini H-30 sudah harus berhenti semua proyek pengerjaan jalan. Seperti Jembatan Sembayat sudah jadi walau bukan jalur utama namun hanya jalur alternatif.

“Kami juga sudah pasang rambu baru yang bekerjasama dengan pimpinan daerah,” cetusnya.

Untuk kendaraan yang bersumbu lebih dua dan mengangkut bahan bangunan sudah tidak boleh jalan sejak H-4. Diprediksikan untuk pemudik didominasi angkutan udara sebesar 12 persen dibanding angkutan lain. Seperti kapal, kereta api, motor dan mobil. Dan juga bis AKDP.

Sementara itu, Firmansyah Mustafa Wakil Ketua Organda Jawa Timur mengatakan, untuk pemudik diharap lebih percaya dengan supir bis. Karena sebelum berangkat mengantar pemudik, bis nya telah diteliti kelayakannya. “Begitu juga sopirnya telah dites kesehatannya,” kata Firmansyah. (ram)