Infrastruktur di Indonesia Timur Disiapkan Rp 3 T

Infrastruktur di Indonesia Timur Disiapkan Rp 3 T
Herry Bakti, Dirjen Perhubungna Udara Kementerian Perhubungan

 

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan infrastruktur bandara di kawasan Indonesia Timur. Alokasi tersebut diambil sekitar 60 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.

Dirjen Perhubungna Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti menyebut pembangunan itu untuk menghubungkan bandara-bandara kecil di Indonesia Timur. Dia menyebut kawasan Papua perlu mendapat prioritas pembangunan infrastruktur bandara.

“Alokasi anggaran Rp 3 triliun itu tidak sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur. Besaran itu melalui APBN. Pastinya ada dari P Angkasa Pura I selaku operator, dan bisa jadi ada investor yang bersedia menjadi mitra,” terangnya. Herry tidak menjelaskan alokasi tersebut difokuskan untuk pembangunan dan pembenahan.

Herry menyebut pembangunan infrastruktur dilihat dari kebutuhan bandara tersebut. “Growth (pertumbuhan) penumpang dikawasan Indonesia Timur berada sekitar 10 persen atau dibawah pertumbuhan secara nasional. Maka itu perlu dilakukan pembenahan infrastruktur,” terangnya.

Dengan pembangunan infrastruktur bandara, kedepan diharapkan bisa menghubungkan bandara besar dengan bandara kecil. Masalah terberat di kawasan Indonesia Timur seperti Papua adalah ketersediaan infrastruktur dan kawasan pegunungan.

Sementara untuk melintasi kawasan pegunungan dibutuhkan pesawat relatif kecil seperti jenis ATR. Sementara infrastruktur untuk bandara kecil banyak yang tidak layak. Seperti runway, ruang tunggu penumpang, ketersediaan tiket online, dan fasilitas pendukung lainnya sangat minim.

Herry mengatakan, growth penumpang tidak sebanding dengan ketersediaan infratruktur. ”Papua itu disamping Sentani dan Manokwari, cukup banyak bandara pendukung lainnya. Seperti Nabire dan Wamena. Bahkan Wamena saat ini bandara paling sibuk di Papua,” sebutnya.

Pemerintah berharap satu di antara bandara tersibuk di Papua bisa menjadia hub. Tetapi program tersebut tidak bisa dijalankan dalam waktu dekat. Herry Bakti berharap start pembangunan diharapkan berjalan mulai tahun ini. (bh