Inflasi Turun, Sinyal Positif Berinvestasi di Jatim

Inflasi Turun, Sinyal Positif Berinvestasi di Jatim

Chaiperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/9/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mencatat, hingga akhir Agustus 2016, inflasi nasional turun menyentuh angka 3,45 persen. Sedangkan untuk nilai inflasi Jatim menyentuh 2,93 persen.

“Angka inflasi Jatim memang lebih kecil dibanding dengan nasional, karena Jatim merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan bahan-bahan makanan pokok,” ungkap Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Secara tidak sadar, menurut dia, mulai Januari hingga September, masyarakat telah menikmati nilai tukar uang yang semakin tinggi. Dalam kurun waktu tersebut, nilai mata uang Indonesia hanya merosot 2,9 persen. Ditambah lagi menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang angkanya di bawah Rp 13 ribu.

“Dengan panduan tersebut, uang yang kita miliki saat ini memiliki nilai yang lebih tinggi, atau dengan kata lain kita dapat menghemat uang karena nilainya yang meningkat,” ulasnya.

Selain itu, pada Oktober ke depan, Indonesia mulai memasuki musim tanam seiring dengan datangnya musim hujan yang lebih awal jika dibandingkan pada tahun 2015 lalu.

“Hal itu menjadi sebuah sinyal positif pada perkembangan pereknomian kita. Ketika musim tanam tiba, kita dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dari sektor industri pertanian,” terangnya.