Inflasi Rendah, Saatnya Berinvestasi

Inflasi Rendah, Saatnya Berinvestasi

Direktur Pengawasan Jasa Keuangan OJK Regional IV Jawa Timur Dani Surya Sinaga, Kepala Pengawas Pasar modal OJK Regional IV Jawa Timur Dedi Herlambang, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional IV Jawa Timur Iwan Mosses, dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/9/2016).

Nilai inflasi yang rendah beberapa bulan terakhir menjadi kesempatan bagus untuk berinvestasi. Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya  dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/9/2016).

Menurut dia, angka inflasi yang rendah akan mendorong meningkatnya investasi. Menurunnya inflasi tersebut salah satunya dikarenakan turunnya angka pengeluaran untuk konsumsi yang saat ini mencapai di bawah 3 persen.

“Rendahnya nilai konsumsi masyarakat tersebut secara tidak langsung saat ini ada kelebihan keuangan yang ada di dalam masyarakat. Kondisi tersebut secara otomatis dapat berimbas pada meningkatnya nilai investasi. ” terang dia

Dalam berinvestasi juga harus cermat. Saat ini, dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 430 perusahaan investasi yang diadukan di OJK.  Dari jumlah itu, 374 perusahaan yang menawarkan investasi keuangan seperti investasi emas, investasi haji dan lain sebagainya. Lalu, 56 perusahaan yang menawarkan properti, komoditas perkebunan, dan lain sebagainya.

Menurut dia, tingginya angka  pengaduan di OJK tersebut dikarenakan masyarakat belum mengerti tentang seluk beluk berinvestasi. Bahwa lembaga  investasi harus memiliki izin dari OJK sebagai lembaga pengawas keuangan yang didirikan oleh pemerintah.

Pakar statistika ITS itu menuturkan, untuk dapat menekan angka tersebut, masyarakat harus diberikan pengertian. “Jika masyarakat ingin berinvestasi kepada semacam lembaga jasa perbankan, jasa pasar modal atau semacam lembaga investasi lainnya, masyarakat harus mengecek lembaga-lembaga tersebut di OJK,” terang dia.

Meski begitu, Kresnayana mengharapkan masyarakat jangan sampai takut untuk berinvestasi. Karena saat ini, negara telah melindungi melalui OJK yang bertugas untuk mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan jasa keuangan.

“Untuk itu, masyarakat tidak perlu takut berinvestasi. Karena, jika kita melihat peluang ekonomi ke depan, sebenarnya saat ini adalah waktu yang pas bagi kita untuk berinvestasi,”  pungkas dia. (ram)