Inflasi Jatim Sebesar 0,29 Persen pada Mei 2019

Inflasi Jatim Sebesar 0,29 Persen pada Mei 2019

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pada Mei 2019 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Seluruh kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di wilayah Sumenep yang mencapai 0,69 persen, sedangkan Kota Kediri mengalami inflasi terendah sebesar 0,05 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono, Senin (10/6/2019). Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Mei 2019 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,29 persen yaitu dari 134,80 pada bulan April 2019 menjadi 135,19 pada bulan Mei 2019.

Inflasi Mei 2019 lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018, dimana pada bulan Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Apabila dilihat trend musiman setiap bulan Mei selama sepuluh tahun terakhir (2010-2019), terjadi sembilan kali inflasi dan satu kali deflasi. Bulan Mei 2017 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,48 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada bulan Mei 2013 sebesar 0,20 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 0,68 persen, sedangkan kelompok yang mengalami
deflasi adalah kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga sebesar 0,07 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Mei 2019 ialah daging ayam ras, angkutan antar kota, dan apel. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi bawang merah, beras, dan angkutan udara.

Selain komoditas-komoditas pendorong laju inflasi di atas, beberapa komoditas menjadi penghambat terjadinya inflasi di bulan Mei 2019 ini. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah bawang merah, beras, dan angkutan udara. “Harga bawang merah pada bulan Mei mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya panen yang bersamaan di beberapa sentra penghasil bawang merah,” tegas Teguh menambahkan.

Hal yang sama juga dialami komoditas beras yang masih mengalami penurunan harga sejak bulan sebelumnya. Komoditas angkutan udara pada Mei justru mengalami penurunan, hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tarif angkutan udara mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri, namun pada tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya setelah pemerintah menurunkan tarif batas atas angkutan udara.

Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Mei 2019 mencapai 1,03 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) mencapai 2,70 persen.

“Pada Mei 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,08 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,64 persen,” tegasnya (wh)

Berikan komentar disini