Industri Sepatu Kurang Pasokan Bahan Baku

Industri Sepatu Kurang Pasokan Bahan Baku

Ketua Pengembangan Usaha Dalam Negeri Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Marga Singgih mengakui pasokan kulit untuk alas kaki sangat kurang dan mahal. Bahkan pada tahun lalu, harga kulit naik hingga 4 kali dalam kurun waktu satu tahun.

Meski demikian, menurutnya pasokan kulit pada tahun ini sudah mulai membaik, walaupun harganya masih terhitung sangat mahal. “Harga kulit dari penyamak dalam negeri masih tinggi, karena disesuaikan dengan harga ekspor mereka. Ini lebih baik daripada harga tinggi, tapi pasokannya tidak ada,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Marga menjelaskan, saat ini industri sepatu kulit dalam negeri tidak banyak melakukan ekspor karena sekitar 90 persen industri sepatu kulit fokus pada konsumsi pasar domestik. “Dari 500 perusahaan sepatu kulit, paling banyak hanya 10 persen yang mengeskpor produknya. Ini karena mereka masih fokus ke pasar domestik,” katanya.

Sekedar informasi, industri penghasil kulit untuk sepatu atau penyamak kulit dalam negeri hanya mampu memproduksi 5 juta lembar kulit sapi dan 20 juta lembar kulit kambing per tahun. Jumlah tersebut hanya mampu memenuhi 20 persen-30 persen kebutuhan industri sepatu dalam negeri. (lp6/ram)