Industri Rumahan Berpotensi Dorong Ekonomi Nasional

Industri Rumahan Berpotensi Dorong Ekonomi Nasional

Industri rumahan berpotensi dorong ekonomi nasional karena jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh daerah. Oleh karena itu pemerintah akan mendorong industri rumahan naik menjadi usaha mikro.

Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulikanti Agusni menjelaskan, industri rumahan merupakan bentuk usaha yang dimanfaatkan para perempuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Namun industri ini dinilai tidak berkembang ke usaha mikro karena kurang perhatian berbagai pihak.

“Selama ini industri rumahan tidak ada yang menyentuh oleh karenanya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan fokus pada industri rumahan dan kita akan dorong industri rumahan bisa menjadi industri usaha mikro,” kata Sulikanti Agusni di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Sulikanti menjelaskan, kendala industri rumahan untuk berkembang selama ini adalah kurang mendapat perhatian atau bantuan dan pendanaan. Banyak ditemui infrastruktur pada industri rumahan kurang memadai seperti kesulitan air bersih, listrik, transportasi maupun pengolahan limbah.

Walaupun berskala sangat kecil, Industri rumahan berpotensi dorong ekonomi nasional dan berpeluang membuka lapangan kerja. Industri rumahan bisa menyerap tenaga kerja sampai 10 orang bisa dari keluarga, tetangga dan lainnya.

Menurut Sulikanti, jika industri rumahan ini terus dikembangkan maka akan berpeluang untuk menutup tambahan dua persen dari target empat persen yang dibutuhkan untuk menjadi negara maju. Saat ini, imbuhnya, Indonesia baru memiliki sekitar 1,56 persen wirausaha. (ivr/bh)