Industri Pengolahan Diprediksi Membaik pada Triwulan III 2020

Industri Pengolahan Diprediksi Membaik pada Triwulan III 2020

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III 2020 diperkirakan membaik. Ini  seiring dengan potensi peningkatan permintaan domestik maupun global.

“Pelonggaran PSBB dan kembali normalnya aktivitas pasca lockdown di negara mitra dagang akan menjadi pendorong perbaikan kinerja sektor industri pengolahan,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/10/2020). Acara tersebt juga menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan.

Sesuai hasil liaison Bank Indonesia Jawa Timur, perkiraan perbaikan kinerja industri pengolahan tercermin dari peningkatan penjualan domestik dan penjualan ekspor Juli 2020 yang lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2020.

Kresnayana menjelaskan, konsumsi listrik industri di Jawa Timur pada Juli 2020 mengalami pertumbuhan positif sebesar 9.25 persen (mtm), meski pun masih lebih rendah dibandingkan Juli 2019.

“Ekspor Industri pengolahan Jawa Timur tumbuh positif sebesar 6.82 persen (mtm) pada Bulan Juli 2020, meski pun secara tahunan terkontraksi -19.47 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Bapak Statistika Indonesia tersebut.

Penyaluran kredit terhadap sektor Industri Pengolahan mengalami kontraksi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar -4.88% (yoy). Adapun subsektor yang mengalami penurunan kredit adalah Industri semen. Seiring dengan terhambatnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur.
Kedua, Industri kendaraan bermotor rota empat.

Industri pengilangan minyak bumi seiring dengan pergeseran jadwal onstream proyek Jambaran Tiung Biru sebagai dampak pandemi Covid -19.

Terbatasnya permintaan juga tercermin dari deselerasi purchasing manager index (PMI) yang mengalami penurunan dari aspek volume produksi maupun volume total pesanan.

Yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha industri kedepan adalah gagasan digitalisasi untuk bidang perindustrian Jatim. “Jika pelaku industri dan para asosiasi bidang industri ini punya website, maka hal ini jelas akan mempermudah transaksi dan proses ekspor,” ulasnya menambahkan.

“Produk-produk holtikultura, sayur dan buah-buahan menjadi komoditas yang sangat berpotensi dikemudian hari. Hal ini dapat kita ukur dari pola konsumsi masyarakat akan komoditas tersebut yang makin meningkat,” tegasnya. (wh)