Industri Makanan dan Minuman Jatim Terkendala Pasokan Bahan Baku

Industri Makanan dan Minuman Jatim Terkendala Pasokan Bahan Baku

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Jatim Yapto Willy Sinatra dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/11/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun ini, sektor industri makanan dan minuman di Jawa Timur masih terkendala pasokan bahan baku lokal. Sementara pemerintah telah membatasi pasokan bahan baku impor.

“Efeknya, pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam negeri kita mulai terhambat,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Jatim Yapto Willy Sinatra dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/11/2017). Acara tersebut dipandu Direktur Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto.

Willy mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi bahan baku impor. Hal ini bertujuan untuk memajukan produsen bahan baku lokal. Namun, ada beberapa bahan baku yang sampai saat ini masih belum bisa diproduksi para produsen dalam negeri.

“Contohnya bahan baku perasa makanan. Untuk mendapatkannya sampai saat ini kita harus mengimpornya dari Prancis dan Belanda. Memang dalam kurun waktu tiga tahun ke depan kita bakal memiliki produsen bahan baku tersebut di Karawang, Bekasi. Namun sebagai pengusaha untuk menunggu jangka waktu tiga tahun ini kita juga harus pikirkan,” tegas dia.

Willi menjelaskan, untuk meningkatkan pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam negeri ini, upaya yang dapat dilakukan pengusaha adalah menjaga kualitas dari produk.

Sampai saat ini memang masalah quality control, packaging product, kualitas kandungan gizi produk dan lain sebagainya masih menjadi faktor yang membayangi terhambatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman.

“Jadi, agar pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman ini meningkat, ke depan yang perlu kita jaga dan tingkatkan adalah kualitas produk yang kita tawarkan,” tegasnya. (wh)