Industri Kreatif Tak Akan Goyah Meski Ekonomi Terpuruk

Industri Kreatif Tak Akan Goyah Meski Ekonomi Terpuruk

Kartini Hari Asih (owner Kartini Bordir), Novita Rahayu Purwaningsih (owner Vira Couplewear), dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/11/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Menyambut Hari Pahlawan 10 November 2017, pola pikir lebih menjadi pelaku usaha yang kreatif dan inovatif menjadi sarat mutlak untuk menjadi pelaku usaha.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/11/2017). acara yang juga dihadiri dua orang pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya, Kartini Hari Asih (owner Kartini Bordir) dan Novita Rahayu Purwaningsih (owner Vira Couplewear).

“Keadaan dunia usaha sekarang telah berubah. Untuk itu, kita dapat membandingkan keadaan saat ini dengan masa lalu yang telah dialami orang tua kita. Seiring berkembang zaman, kita tidak lagi dapat bercita-cita bekerja seperti ibu atau kakak-kakak kita,” ujar dia.

Kresnayana menegaskan, perkembangan zaman menuntun dan menuntut anak muda dan masyarakat sekarang berpikir dan bertindak kreatif. “Industri kreatif menjadi salah satu industri masa depan yang cerah. Karena industri kreatif ini salah satu bidang industri yang tidak terpengaruh gejolak ekonomi,” ungkap dia.

Lantas, sambung Kresnayana, dalam melakoni usaha di industri kreatif, ibu-ibu dan anak-anak muda harus dapat percaya diri dan tidak canggung dalam menjalankan usaha.

Menurut dia, dengan tidak adanya percaya diri melakoni usaha, seseorang bakal ragu dan sering mengeluh dalam menghadapi tantangan usaha.

“Kita tidak bisa menerapkan business as usual di zaman yang makin berkembang ini. Jika seseorang semakin mandiri, memiliki ide kreatif dan makin inovatif, mereka dapat memajukan usaha yang saat ini sedang digeluti. Terlebih, di tahun 2020-2025, kita juga dapat mempersiapkan Indonesia menjadi negeri yang kreatif,” kupas Kresnayana.

Kartini Hari Asih, owner Kartini Bordir, mengatakan ada beberapa hal yang wajib dimengerti masyarakat luas dalam menjalankan usaha. Untuk  mewujudkan ide kreatif menjadi sebuah produk adalah hal yang wajib dilakukan. Kata dia, ide-ide kreatif yang dia wujudkan dalam bentuk produk tas dan dompet bordir tersebut kebanyakan ia dapatkan dari melihat contoh produk di internet dan lain sebagainya.

“Inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Biasanya jika ingin mendapatkan inspirasi saya suka mencarinya di internet seperti di Google,” katanya.

Dengan menghasilkan produk kreatif ia mampu memajukan usaha yang digeluti. “Lewat produk-produk kreatif, kita dapat mempertahankan kualitas usaha. Karena semakin berkualitas produk kita, orang bakal semakin percaya,” katanya.

Senada senada disampaikan Novita Rahayu Purwaningsih, owner Vira Couplewear.  Menurut dia, untuk terus bertahan dalam industri kreatif harus terus berinovasi.

Vira menjelaskan, selama ini inspirasinya dalam membuat produk yang inovatif ia dapatkan dari dunia digital.

“Ketika kita mendapatkan inspirasi dari produk orang lain, kita dapat menirunya. Setelah meniru, kita dapat memodifikasi produk tersebut sesuai selera kita. Jika tidak dapat meniru dan memodifikasi produk yang dianggap bagus, kita tidak akan pernah bisa maju,” pungkas dia. (wh)