Investasi Industri Kapal Pesiar Capai USD 8 Juta

Investasi Industri Kapal Pesiar Capai USD 8 Juta

Memasuki tahun 2014, industri kapal pesiar menunjukkan perkembangan, baik dari sisi jumlah kapal dan penumpang. Cruise Lines International Association (CLIA), kelompok perdagangan industri pelayaran dunia terbesar, menargetkan peningkatan jumlah penumpang (yoy) dari 21.300.000 menjadi 21.700.000 orang pada tahun 2014.

“Industri pelayaran global kini berada pada titik yang menarik. Minat pesiar konsumen sangat kuat dan investasi pelayaran cruise cukup signifikan,” kata Presiden dan CEO CLIA, Christine Duffy dalam seperti yang dikutip International Business Times.

CLIA mencatat, kini armada kapal pesiar global terdiri dari 410 kapal. Jumlah ini meningkat dari 393 kapal pada tahun lalu. Antara tahun 2014 dan 2015 mendatang, CLIA akan memperkenalkan lagi 24 kapal untuk memenuhi permintaan pasar. Tambahan baru ini merepresentasikan investasi modal industri kapal total USD 8 juta, dengan penambahan kapasitas sebesar 37.546 penumpang.

Quantum of the Seas milik Royal Caribbean berkapasitas 4.180 penumpang adalah salah satu yang terbesar dari 16 kapal pesiar baru, yang diharapkan diluncurkan tahun ini. Berikutnya diikuti oleh Norwegia Getaway dari Norwegia Cruise Line yang berkapasitas 3.969 penumpang, Costa Cruises dari Costa Diadema dengan 3.700 penumpang Costa Diadema, Princess Cruises oleh RegalPrincess dengan 3.560 penumpang, dan TUI milik Mein Schiff 3 yang berkapasitas 2.500 penumpang. Mayoritas kapal-kapal pesiar lain yang  meninggalkan galangan kapal pada tahun 2014 adalah kapal-kapal kecil, yang melayani pasar booming untuk keperluan jelajah sungai Eropa.

Operator pelabuhan, otoritas pelabuhan, pemerintah daerah, dan penyedia layanan yang berkaitan dengan pelabuhan, harus melakukan penyesuaian. Sebab, perusahaan pelayaran global kini berlomba-lomba menambah kapal pesiar baru dan lebih besar untuk armada mereka. “Pelabuhan wajib membuat komitmen utama bagi keberhasilan industri pelayaran dengan meningkatkan modal demi modernisasi pelabuhan yang ada. Serta membangun pelabuhan baru, yang secara teknologi dan lingkungan, maju. Di samping itu juga sangat ramah cruise dan ramah penumpang,” jelas Duffy.

Rekor pelabuhan tersibuk di dunia masih dipegang oleh Karibia, yang merebut lebih dari sepertiga destinasi global tahun lalu. sedangkan Mediterania sebesar 19 persen dan Eropa Utara sebesar 12 persen. Meskipun begitu, Australia mencatat pertumbuhan 22 persen dan pertumbuhan Asia mencapai 32 persen diperoleh saat sandar.

Sementara itu, 55 persen dari semua penumpang kapal pesiar tersebut berasal dari Amerika Utara. Namun yang mengejutkan, terdapat pertumbuhan hingga 185 persen selama lima tahun terakhir. Skandinavia melihat ini sebagai peningkatan minat penumpang terbesar, diikuti oleh Australia sebesar 130 persen, Brazil 85 persen, dan Jerman 80 persen.

Para pelancong dari berbagai belahan dunia tersebut mempercayakan agen perjalanan. Agen perjalanan dianggap sebagai saluran distribusi utama untuk penjualan paket kapal pesiar. Meski sebenarnya, memainkan peran yang semakin kecil bagi banyak sektor lain dari perjalanan industri ini.

Agen perjalanan yang disurvei oleh CLIA, mengidentifikasikan beberapa tren industri pelayaran di tahun 2014. Tujuan pelayaran yang nge-trend untuk Tahun Baru di antaranya Amerika Serikat dan sungai-sungai Afrika, Amerika Selatan, Antartika, Timur Tengah, Kanada, dan New England.(wh)