Industri Jatim Menggeliat, Penjualan Forklift Elektrik Melonjak Drastis

 

Industri Jatim Menggeliat, Penjualan Forklift Elektrik Melonjak Drastis

Geliat industri di Jatim membawa dampak terhadap penjualan forklift elektrik di Surabaya. Berdasarkan catatan agen tunggal pemegang merk (ATPM) forklift Nichiyu (forklift elektrik), PT Berca Mandiri Perkasa, penjualannya mulai melonjak hingga 400 unit year to date.

Branch Manager Addyarta Dwi Seputra PT Berca Mandiri Perkasa (BMP), menegaskan peningkatan penjualan forklift elektrik ini tidak lepasdari isu pencabutan BBM bersubsidi di masa pemerintahan yang baru. Praktis penjualan forklift elektrik ini turut terdongkrak meski belum sebesar forklift ber-BBM.

Kepada wartawan, Additya menyatakan penjualan untuk bulan Septemebr sendiri telah tercapai sekitar 18 unit. “Lonjakan penjualan month to month cukup besar, atau sekitar 55 persen dibanding bulan sebelumnya yang masih dibawah 10 unit,” katanya disela-sela open house di Berbek Industri, Sidoarjo, Kamis (16/10/2014).

Addyarta menambahkan,, prospek bisnis untuk penjualan forklift elektrik merk Nichiyu ini cukup menjanjikan. Selain disebabkan isu pencabutan subsidi BBM, forklift elektrik ini lebih safe, secara operasional lebih murah.

Meski tidak menyebut nilai ekonomis, perbandingan dengan penggunaan forklift diesel, Addyarta mengakui pasar akan bergeser ke forklift elektrik. Dimana investasi perunit untuk forklift elektrik ini senilai Rp200 juta. “Sebetulnya semua produk punya plus minus, untuk forklift elektrik sendiri lebih efisein dibanding diesel,” terangnya.

Penggunaan forklift elektrik ini lebih banyak digunakan oleh industri makanan dan minuman, ritel modern, depo petikemas khusus untuk kontainer kosong, dan area echo green warehouse (gudang ramah lingkungan).

PT BMP juga memiliki produk lain seperti forklift berbahan bakar LPG. “Pasar forklift ber-BBG ini masih kecil, karena masih ada trransisi antara penggunan LPG atau liquid natural gass (LNG),” lanjutnya.

Tahun ini BMP mencatat realisasi kinerja over 45 persen dibanding target yang ditetapkan. Hanya saja Addyarta tidak menyebut angka secara pasti hingga ralisasi kinerja September tahun ini. Sejauh ini penjualan forklift diesel (Mitsubishi) di Jatim memberi kontribusi 35 persen terhadap sales secara nasional yang mencapai 700 unit atau senilai Rp56 miliar hingga September. (wh)