Indovision Berlakukan Tarif Baru

Indovision Berlakukan Tarif Baru

PT MNC Sky Vision Tbk (Indovision) telah memberlakukan tarif baru untuk berlangganan per 15 Januari untuk pelanggan baru. Pemberlakukan itu tidak lepas dari tingginya biaya operasional yang dikeluarkan Indovision.

Besaran penyesuaian tarif itu hanya sebesar Rp 20.000, atau dari harga awal Rp 149.000 menjadi 169.000 per bulannya. Sementara untuk pelanggan lama pihak Indovision masih memberlakukan tarif lama.

“Penyesuaian tarif itu bukan semata-mata karena biaya oeprasional kita yang harus membayar dengan dollar Amerika Serikat,” kata Head of Marketing Product & PublicRelation Marketing Division Indovision Ramadhani.

Dani menyebut total biaya berlangganan itu sekitar 50 persen digunakan untuk membayar konten. Di satu sisi, Indovisin belum memberlakukan tarif baru sejak lima tahun silam. Penyesuaian tarif itu juga dibarengi dengan tambahan dua channel anyar.

Hanya saja pihaknya belum memastikan dua channel baru yang akan diperkenalkan. ”Termasuk pelanggan lama yang belum terdampak dengan penyesuaian tarif, juga akan mendapat tambahan channel baru ini,” lanjutnya.

Indovision menegaskan dua channel baru ini masih seputar konten keluarga. Pihaknya sengaja mempertahankan konten keluarga berdasarkan survey dan market yang dimiliki. Berdasarkan data, pelanggan yang dimiliki hingga September 2013 mencapai 2,1 juta, dengan market share untuk pay tv mencapai 73 persen.

Dengan konten keluarga menunjukkan Indovision mampu menguasai pasar di Indonesia secara mayoritas. Sebetulnya masyarakat yang berlangganan pay tv baru 7 persen dari total populasi di Indonesia.

Terpisah Regional Branch Manager Area, M.Ilyas Feryadi menambahkan, penyesuaian tarif itu untuk mempertahankan konten. Indovision tidak tergoda untuk menambah jaringan olahraga, seperti Barclays Premier League (Liga Inggris). Sebab mereka sudah memiliki ESPN dan Star Sport.

”Kita tidak tergoda untuk penambahan olahraga seperti yang pernah kita miliki (Liga Inggris). Harus kita akui, olahraga seperti sepakbola ratingnya masih tertinggi, disusul bulutangkis,” urainya.

Dia menyebutkan, survey yang dimiliki perusahaan penonton televisi masih didominasi ibu rumah tangga dan anak-anak. Konten rumah tangga, pendidikan, dan ilmu pengetahuan masih menjadi senjata Indovision. (wh)