Indoport Expo 2015 Dihelat di Grand City

Indoport Expo 2015 Dihelat di Grand City
Pembukaan Indoprot Expo 2015 di Hall Grand City Surabaya. foto:
infokom Jatim.

Jawa Timur terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana dengan membangun Pelabuhan Teluk Lamong agar dapat menarik investor di Jatim.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan pelabuhan Teluk Lamong itu tujuan utamanya untuk meningkatkan perdagangan dan perekonomian  di Jatim, sekaligus untuk menyiapkan  tempat para investor yang datang dan mau menanamkan modalnya di Jawa Timur.

“Jatim adalah provinsi yang sangat besar dengan 38,530 Juta jiwa yang tersebar di 38 Kabupaten dan Kota. Dan harus meningkatkan perekonomian,” kata Gus Ipul, panggilan akrabnya, dalam acara pembukaan Indoport Expo tahun 2015 di Hall Grand City  Surabaya, Rabu (5/3/2015).

Sarana ini harus juga dibarengi dengan segala kemudahan pengurusan perizinan yang terkait dengan investasi, sebab Teluk lamong dibangun dengan dengan sarana satu atap.

Karena itu, Pemprov Jatim menyiapkan lahan yang sangat luas, yakni sekitar 386 hektar, namun untuk pembangunan tahap awal baru seluas 38,86 ha serta telah dioperasionalkan.

Data investasi tahun 2014 sebesar Rp 145,03 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp 19,29 triliun, PMDN sebesar Rp 42,55 triliun dan PMDN Non Fasilitas sebesar Rp 83,19 triliun.

Sedangkan kinerja perdagangan di Jatim untuk barang dan jasa baik luar negeri maupun antar daerah tahun 2013 sebesar Rpp 539,111 trilyun, dan tahun 2014 sebesar Rp 611,323 triliun.

Sementara data impor barang dan jasa baik luar maupun dalam negeri serta antar daerah tahun 2013 sebesar Rp 512,915 triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp 618,165 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014, sebesar 5,86 persen sedang pertumbuhan nasional hanya 5,02 persen. Untuk peran sector  perdagangan dan pergudangan di Jatim terhadap PDRB pada posisi ke-8, yakni sebesar 3,20 persen.

Dan posisi tertinggi sektor industri pengolahan yaitu sebesar 28,90 persen, urutan kedua sektor perdagangan dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,24 persen.

Pertumbuhan ekonomi baik tersebut, karena Jatim memiliki sarana jalan yang sangat bagus  dan panjang, yakni jalan nasional yang di jatim sepanjang 2,027 km, jalan propinsi 2.000,98 km dan jalan kabupaten/kota sepanjang 23.491,92 km.

Jalan panjang ditambah jumlah kendaraan yang lumayan banyak yakni kendaraan roda dua (2) per desember 2014 sebanyak 12.824.700 dan kendaraan roda empat (4) per desember 2014 sebanyak 1.695.856 unit.

“Untuk  itu dibutuhkan sistem transportasi yang lebih baik di masa mendatang,” terusnya.

Saat ini, isu transportasi laut di Indonesia masih high cost transportasi. Besarnya ongkos angkut menurut Bank Dunia Jakarta paling tinggi, yakni sebesar 15,32 persen dari biaya produksi dan urutan kedua Surabaya sebesar 13,67 persen dari biaya produksi, sedang urutan ketiga  adalah negara Jepang sebesar 4,88 persen dari biaya produksi.

“Untuk itu diupayakan untuk ditekan agar barang ekspor dapat bersaing di pasar internasional, sehingga kedepan Indonesia bisa menjadi produsen untuk masyarakat dunia,” papar dia. (wh)